Pages

Thursday, May 17, 2012

Menparekraf Serius Garap Ekonomi Kreatif

Penulis : Thalita Rahma
Selasa, 08 Mei 2012 00:40 WIB     
0 komentar

JAKARTA--MICOM: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu menunjukan keseriusan mengembangkan ekonomi kreatif yang memerlukan perhatian khusus dan dukungan publikasi kepada masyarakat luas.

"Indonesia memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi kreatif secara lebih luas. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki kekayaan alam, seni, serta budaya yang dapat menjadi bahan baku industri kreatif. Namun, hal tersebut terkendala pada pengelolaan serta jangkauan produk kreatif bagi masyarakat luas," papar Mari dalam seminar berjudul Indonesia Creativepreneur: It’s Potensial and Challenged, di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (7/5).

Ia memaparkan industri kreatif berbasis pada insan kreatif lengkap dengan ide kreatif yang dihasilkannya. Proses kreatif memungkinkan terjadinya pertambahan nilai pada produk pengetahuan serta teknologi yang telah dihasilkan sebelumnya.

Di dunia, hanya ada dua kementerian yang menangani ekonomi kreatif, yakni Indonesia dan Inggris. "Saat ini kami masih dalam tahap proses pembelajaraan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia," katanya.

Mari mengungkapkan ia merindukan adanya produk kreatif unggulan Indonesia yang diakui masyarakat Internasional. "Saat ini kami mempelajarai pengelolaan industri kreatif di Korea, Inggris, dan Amerika," lanjut Mari. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat mungkin dikembangkan untuk menjadi ciri khas," imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga, Mari menyampaikan data bahwa 75% dari industri tradisional sudah menggunakan fasilitas internet atau sosial media sebagai salah satu alat bantu untuk meningkatkan jumlah penjualan. Namun, hanya 25% yang benar- benar menggunakan internet sebagai media promosinya.

"Contoh produk kreatif yang memanfaatkan internet sebagai saranan promosi adalah keripik maichi. Selain itu, 50 % dari jumlah travel agent yang ada juga menggunakan fasilitas internet untuk pelayanan reservasi," ungkapnya.

Dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif, Ia menyatakan, Kemenparekraf berencana untuk menumbuhkan dan menambah jumlah kota untuk menjadi kota kreatif. "Saat ini, ada tiga kota kreatif di Indonesia, yakni Bandung, Solo dan Yogyakarta. Kami masih mencari kota yang berpotensi menjadi kota kreatif untuk dikembangkan," ujar Mari.

Mengenai pengembangan pengusaha bidang kreatif, Kemenparekraf juga ingin bekerjasama dengan semua pihak yang mempunyai program serupa. (*/OL-2)

Media Indonesia

No comments:

Post a Comment