Pages

Sunday, May 27, 2012

Moratorium TKI ke Malaysia jangan Gegabah Dilakukan


Ekonomi

Penulis : Thalita Rahma
Sabtu, 28 April 2012 03:58 WIB     
0 komentar

JAKARTA--MICOM: Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
(BNP2TKI), Jumhur Hidayat mengatakan pihaknya tidak akan melakukan
moratorium Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara gegabah ke Malaysia.

"Saya rasa kita tidak boleh emosional seperti itu (untuk melakukan
moratorium) karena hubungan kerja sama Indonesia dengan Malaysia itu
menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jadi terlalu jauh kalau kita harus bicara
moratorium," kata Jumhur usai melantik pejabat
struktural BNP2TKI, di Jakarta, Jumat (27/04).

Ia menegaskan hal ini terkait kasus meninggalkan tiga TKI asal NTB di negeri Jiran tersebut. Diduga, tiga TKI itu tewas akibat ditembak polisi Malaysia dan juga menjadi korban sindikat pejualan organ manusia.

Hingga saat ini, Jumhur menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil
pengumuman resmi dari pemerintah Indonesia terkait dengan ditembaknya WNI di
Malaysia. Ia juga sangat menyayangkan isu yang berkembang saat ini.

Ia menyatakan rencananya pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan
Kepolisian RI akan melakukan pengumuman resmi terkait penembakan ini. Jumhur
mengaku dirinya juga tak bersedia untuk berspekulasi hasil otopsi nanti akan
mengerucut pada jual beli organ tubuh manusia.

"Saya rasa terlalu berspekulasi. Saya juga tidak punya bayangan kalau (jual
beli organ) itu akan menjadi kenyataan. Jadi saya menganggap isu jual beli organ
itu masih belum bisa dipertanggungjawabkan. Karena tidak berasal dari sumber
yang resmi," ujarnya.

Jumhur juga sangat menyesalkan sikap pemerintah Malaysia yang terkesan
barbar. Dari laporan timnya yang ke Negeri Jiran, diperoleh informasi penembakan tiga WNI itu dilakukan secara serampangan dengan memberondong pakai
senjata api.

Namun jika hasil investigasi ditemukan penembakan itu sudah sesuai
prosedur tetap (protab), ia mengaku sangat menyesalkan sikap kepolisian
Malaysia.

"Berdasarkan protab internasional, harusnya dilumpuhkan dulu. Lalu melakukan
penembakan ke udara, atau pakai peluru karet. Tapi kalau ini malah langsung ke
badan dan langsung diberondong. Ini sangat bar-barian,'' pungkas Jumhur. (*/OL-04)

No comments:

Post a Comment