Pages

Friday, May 04, 2018

Bermodal Keyakinan Kuat dan Siap Menerima Cobaan, Membuat Ida Widyastuti Berhasil Tembus Pasar Internasional

Siapa yang suka ngemil? Kalau ngemilnya pakai kerupuk rengginang atau keripik pisang, sahabat suka nggak ya?
Gambar: femina.co.id
Ikh kok tumben sih penulis ngomongin soal cemilan? Iya nih, soalnya kali ini, penulis mau membahas tentang cemilan Indonesia yang sudah go internasional. Kira-kira sahabat udah ada yang tau belum ya?


Beberapa tahun belakangan ini, ada sebuah cemilan Indonesia yang berhasil memikat pasar Internasional, cemilan tersebut bernama Roemah Snack Mekarsari. Memiliki beberapa produk unggulan yaitu tempe beku, keripik pisang, dan kerupuk rengginang ini sudah berhasil tembus pasar dunia seperti Korea, Cina, Hongkong, Malaysia, Jepang, Dubai dan Taiwan. Sebentar lagi cemilan ini pun akan masuk ke Amerika.
Gambar: facebook.com/Indari Mastuti
Makanan cemilan yang berhasil tembus pasar Internasional ini dimiliki oleh seorang wanita tangguh bernama Ida Widyastuti. Kali ini, penulis ingin merangkum pembicaraan beliau saat menjadi tamu dalam acara kopdar Emak Pintar pada 29 April lalu, mulai dari masa kecilnya yang kurang menyenangkan hingga bagaimana caranya bisa sukses seperti sekarang.

Jadi jangan kemana-mana ya!

Kehidupan Ida Widyastuti saat kecil kurang begitu menyenangkan. Mengapa? Karena beliau tidak pernah mengenal sosok ibu kandungnya. Ibunda dari Ida Widyastuti (Ida) sudah meninggal dunia persis setelah melahirkan putri tersayangnya ini ke dunia.

Besar dan tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu membuat Ida kecil, memiliki pergolakan emosi batin yang kompleks. Hingga akhirnya perasaan emosi batin tersebut ia ledakan terhadap Allah Subhanahu wata'alla.

Masih merasa hampa, Allah pun memberikan petunjukNya kepada Ida lewat sebuah keluarga kurang mampu. Dari sinilah Ida pun akhirnya paham bahwa masih banyak orang yang hidupnya lebih susah daripada dirinya sendiri. Oleh sebab itu, Ida pun bertekad ingin menjadi orang yang sukses agar bisa membantu orang-orang yang kesusahan tersebut.

Tahun berganti tahun, hingga Ida pun menikah dengan pria pujaan hatinya. Dari sinilah awal Ida memutuskan untuk berbisnis cemilan. Memberanikan diri untuk memulai bisnis dengan modal 600 ribu, Ida pun yakin dan optimis bahwa bisnisnya akan sukses.

Sama dengan pebisnis-pebisnis lainnya, kegagalan pun pernah dialami oleh Ida namun ia tidak menyerah. Ida terus berusaha belajar untuk memperbaiki kualitas produknya. Hingga akhirnya, dia paham bahwa kesuksesan sebuah produk bisa diterima oleh pasar, khususnya pasar Internasional adalah memiliki kemasan yang menarik.
Gambar: kabarbisnis.com
Setelah terus menerus mencoba, akhirnya Ida pun berhasil meraih mimpinya. Produk cemilannya, 95% pangsa pasarnya adalah pasar Internasional. Menurut Ida, perkembangan bisnisnya yang dahsyat saat ini, dikarenakan keyakinan kuatnya. Kemudian sikap kedewasaan sekaligus kesiapan mental saat menerima suatu ujian dan cobaan.

Lalu Ida pun menambahkan, dalam berbisnis jangan pernah ada rasa takut gagal. Awali saja bisnismu dengan niat yang baik. Maka Ins sya Allah akan mendapatkan hasil yang baik pula. Prinsip inilah yang selalu Ida pegang teguh, "Bisnis akan berkembang dengan kedewasaan dan kesiapan kita, bagaimana kita menerima suatu ujian dan cobaan."

Kisah Ida Widyastuti memang begitu menginspirasi. Pelajaran yang bisa kita ambil adalah bersyukur dengan keadaan kita sekarang, karena sebenarnya kita sedang diuji apakah kita layak memperoleh sebuah kesuksesan? Jadi ayolah sahabat, buktikan kalau kita pun mampu dan layak memperoleh sebuah kesuksesan.


#Indscriptcreative #Indscriptwriting #Indblack

No comments:

Post a Comment