Mari Masuki Dunia Parenting, Inspirasi, dan Hiburan

Assalamu'alaikum Sahabat Lithaetr, Sehabis menulis tentang  Seberapa Pentingkah Bermain itu Bagi Anak Usia Dini?  saya mendapatkan...

Bukannya Dunia itu Keras? Belajar sambil Bermain, Apakah Anak Akan Mampu Menghadapi Dunia?

Assalamu'alaikum Sahabat Lithaetr,

Sehabis menulis tentang Seberapa Pentingkah Bermain itu Bagi Anak Usia Dini? saya mendapatkan pertanyaan yang cukup menggelitik, bukannya dunia keras dan kejam? Emang belajar sambil bermain, bisa buat anak bertahan menjalani kehidupannya kelak?

Gambar: pixabay
Pertanyaan itu langsung membuat saya berpikir keras. Memang betul kalau kehidupan di dunia tidak seindah di cerita dongeng, tapi apakah dalam mendidik anak-anak, khususnya usia dini perlu dengan keras juga? Saya langsung berusaha mencari informasi dan pengetahuan untuk ini. Saya paham anak-anak usia dini perlu belajar secara menyenangkan, namun benarkah akan membuat mereka mampu menghadapi dunia? Yuk, simak terus di tulisan ini ya, sahabat.
Tidak bisa dipungkuri masih ada beberapa orang tua yang beranggapan kalau kehidupan di dunia itu keras dan kejam, sehingga anak-anak juga perlu ditantang dan diberikan pengajaran yang baik serta benar, agar bisa menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidupnya.

Lalu, bagaimana menyampaikan hal tersebut pada anak, bila cara belajar mereka sambil dengan bermain? Jawabannya saya temukan dalam buku Parenting Guide, karya Ani Christina. Quote beliau inilah jawabannya,
"Pengalaman bermain yang menyenangkan dengan benda, teman, dan orang dewasa dapat mendorong anak-anak berkembang secara fisik, emosi, kognisi atau pola berpikir, dan sosial."
Ia menambahkan, belajar yang menyenangkan bagi anak, khususnya usia dini itu wajib, agar mereka tidak merasa tertekan dalam mendapatkan ilmu pengetahuannya. Lingkungan yang menyenangkan akan melahirkan anak-anak yang mampu berpikir positif, sedangkan lingkungan penuh tekanan akan menciptakan anak yang mudah curiga dan penuh kecemasan.

Walaupun gambaran kehidupan nyata memang terlihat kejam dan keras, namun dalam memberikan pengetahuan pada anak tidak perlu dengan kekerasan juga, kan? Ingat! anak-anak, khususnya usia dini bukanlah orang dewasa versi mini. Sehingga mereka membutuhkan sistem pengajaran layaknya orang dewasa.

Mereka masih membutuhkan banyak hal yang menyenangkan, salah satu caranya ya bermain. Sebagai orang tualah kita harus memberikan lingkungan bermain yang bermutu tinggi untuk anak-anak. Dalam bermain sambil belajar perlu juga kita mempertimbangkan 3 jenis permainannya.

1. Bermain Sensorimotor.


Ani Christina menjelaskan, manfaatnya bermain sensorimotor pada anak adalah mampu membangun konsentrasi agar fokus ketika belajar, ketahanan agar tidak mudah jenuh saat beraktivitas, menimbulkan pengendalian emosi agar tidak mudah stres ketika belajar, dan membentuk persepsi visual agar mampu mengelola informasi dari penglihatan.

2. Bermain Peran.

Ani Christina menerangkan, manfaat bermain peran pada anak adalah mampu mengembangkan kognisi atau pola berpikir, sosial, dan emosi anak.

3. Bermain Pembangunan.

Ani Christina memaparkan, manfaat bermain pembangunan pada anak adalah membantu anak untuk mengembangkan keterampilan yang akan mempengaruhi keberhasilan saat di sekolah kemudian hari.

Dari 3 manfaat bermain yang sudah dijelaskan Pakar Parenting Masalah Perkembangan Anak dan Remaja, Ani Christina, di atas sudah dapat kesimpulan kalau bermain sambil belajar bisa berdampak positif bagi anak-anak, khususnya usia dini. Justru, dari bermain sambil belajar inilah anak-anak akan memandang positif tentang dunia, sehingga mereka pun akan menjalani kehidupannya dengan baik dan optimis. Setuju kan, kalau anak-anak harus menghadapi kehidupan di dunia dengan pandangan positif?
Gambar: dok pribadi
Di lain kesempatan saya akan membahas tentang dampak bermain peran dan bermain pembangunan lebih dalam. Jadi terus simak blogger Lithaetr, ya! (n_n)

2 comments:

  1. Setuju mbak, saya pernah baca juga ada yang namanya ajarin anak sesuai umurnya. Dunia ini keras? ah inikan realitas manusia dewasa. Bukan tugas anak-anak untuk memikirkan makan apa hari ini atau gimana uang belanja biar cukup bulan ini hehehe. Tugas anak-anak itu bermain dan sambil bermain mereka mendapatkan pengetahuan. Kita orangtua yang perlu mengenalkan problem solving setahap demi setahap sampai pada akhirnya anak bisa menghadapi kerasnya dunia tanpa merasa tekanan berlebihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. İya Bun, betul banget. Biarkan anak-anak paham kalau walaupun dunia itu keras atau kejam, dengan positif thinking, dan berdoa pada Allah mereka akan mampu melewatinya ☺

      Delete

Yuk, kita berdiskusi di sini ☺💕. Terima Kasih.

Karya Antologiku

My Community

Teman-Teman SehatiQ