3 Prinsip Kehidupan ala Film Korea The Royal Tailor

film korea the royal tailor

 

\Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

Tulisan ketiga di bulan September ini masih membahas soal film ya. Kali ini saya akan membahas film Korea The Royal Tailor yang rilis pada tahun 2014 lalu. Film Korea yang dibintangi Han Suk Kyu, Ko Soo, Yoo Yeon Seok, dan Park Shin Hye ini mengambil tema sageuk atau kolosal.

Film Korea Sanguiwon (nama lain dari The Royal Tailor) ini sudah masuk daftar tontonan saya lama, akhirnya bisa ditonton juga di viu sejak akhir Agustus lalu. Film kolosal yang mengangkat cerita tentang penjahit atau desainer termasuk jarang, makanya saya penasaran dengan ceritanya.

Mau tahu bagaimana ulasan dan prinsip kehidupan apa yang saya dapatkan lewat film Korea The Royal Tailor? Tetap teruskan membacanya di sini, ya.

Sinopsis dan pemain film Korea The Royal Tailor

Sinopsis film Korea The Royal Tailor

Film Korea The Royal Tailor berkisah tentang kehidupan seorang penjahit bernama Jo Dol Seok. Ia menjadi kepala bagian di Sanguiwon, sebuah bagian yang bertanggung jawab dalam membuat baju-baju kerajaan. Baik baju raja, ratu, dan para pegawai kerajaan.

Bisa menjadi kepala di Sanguiwon, merupakan hasil kerja keras Jo Dol Seok, setelah 30 tahun mempelajari seni menjahit dan tata krama dalam membuat pakaian di istana. Menurutnya perjuangan itu tidak mudah karena ia yang berasal dari kasta budak.

Bisa hampir diangkat menjadi bangsawan setelah dipercaya menjadi penjahit kerajaan, khususnya membuat baju raja dan ratu yang berkuasa saat itu, membuatnya bangga dan puas terhadap capaian kinerjanya. Ia pun mendapatkan julukan sebagai penjahit atau desainer terbaik di era Joseon (salah era kerajaan di Korea Selatan) saat itu.

Suatu ketika baju khusus perayaan menghormati leluhur raja rusak. Ratu yang tadinya bertanggung jawab dalam membuatnya, meminta tolong kepada Jo Dol Seok, tapi penjahit kesayangan raja itu menolak. Alasannya karena waktu yang sudah mepet, jadi Jo Dol Seok merasa tidak sanggup bila harus menyelesaikan pakaian perayaan menghormati leluhur tersebut.

Ratu yang mendengar jawaban Jo Dol Seok, akhirnya meminta tolong kepada salah satu penasihat raja dan seorang bangsawan yang tidak begitu suka kepada penjahit raja itu agar bisa mencarikan jalan keluar. Penasihat raja itu bernama Pan Soo.

Pan Soo pun menyarankan agar tugas memperbaiki baju perayaan menghormati leluhur raja kepada Lee Gong Jin, seorang penjahit yang sedang naik daun di kalangan rakyat biasa. Ratu yang ingin mempersembahkan pakaian terbaik untuk raja segera menyetujui usulan Pan Soo untuk memanggil penjahit Lee Gong Jin ke istana.

Saat Lee Gong Jin memasuki istana, bertemu ratu, dan berhasil membuat baju perayaan leluhur untuk raja tepat waktu, dari sinilah konflik cerita film Korea The Royal Tailor dimulai.

pemeran film korea the royal tailor

Setelah mencoba pakaian yang dibuatkan Lee Gong Jin, ternyata raja merasa senang dan meminta Jo Dol Seok, agar penjahit baru itu membuatkan pakaian berburu yang baru untuknya. Inilah awal rasa cemburu yang timbul dalam diri penjahit kesayangan raja. Ia merasa ada orang yang akan bersaing dengannya dalam membuat pakaian kerajaan.

Apalagi ratu juga senang dengan pakaian yang dibuat Lee Gong Jin dan kembali memintanya untuk membuat baju dinas ratu kepadanya. Puncak konflik dalam film ini adalah ketika Jo Dol Seok dan Lee Gong Jin harus berlomba dalam menunjukkan keahliannya dalam membuat pakaian kerajaan.

Yang mana Jo Dol Seok bertugas membuat selir raja menjadi terlihat cantik, sementara Lee Gong Jin membuat baju ratu agar ratu bisa mendapatkan seluruh perhatian orang yang hadir di acara nanti. Kira-kira siapakah yang berhasil membuat pakaian terbaik? Sahabat Lithaetr, silakan saja nonton film Korea The Royal Tailor ini di viu.

Cuma kalau sahabat penasaran, saya kasih cuplikan adegannya dulu deh,

 

Pemain film Korea The Royal Tailor

  1. Han Suk Kyu

han suk kyu the royal tailor

Aktor kawakan yang satu ini sudah tak diragukan lagi kemampuan aktingnya. Drakornya yang sangat terkenal salah satunya adalah Dr. Romantic. Di The Royal Tailor, Han Suk Kyu berperan sebagai Jo Dol Seok.

  1. Ko Soo

ko soo the royal tailor

Kalau boleh jujur, saya baru pertama kali melihat aktingnya lewat film Korea The Royal Tailor ini, berperan sebagai Lee Gong Jin yang terkesan bebas, senang bereksplorasi, dan tidak suka dengan peraturan, cukup membuat saya terkesan.

  1. Yoo Yeon Seok

yoo yeon seok the royal tailor

Sudah melihat duet aktingnya bersama Han Suk Kyu di Dr. Romantic musim pertama, membuat saya penasaran bagaimana kolaborasi akting mereka di The Royal Tailor ini.

Apalagi akting Yoo Yeon Seok di drama Korea sageuk, My Sunshine, sungguh membuat saya terpesona. Makanya jadi semakin membuat saya ingin tahu bagaimana ia memerankan seorang raja yang rendah diri, suka wanita cantik, dan selalu diliputi rasa curiga serta cemburu.

  1. Park Shin Hye

park shin hye the royal tailor

Saya tahu Park Shin Hye lewat drama-drama Korea yang romantis. Terus lihat aktingnya lewat film Alive yang harus selamat dari zombi, saya juga suka dengan aktingnya. Makanya saya mau tahu bagaimana aktingnya berakting di film sageuk.

  1. Ma Dong Seok

ma dong seok the royal tailor

Satu lagi aktor kawakan yang wajahnya tidak asing buat penggemar film Korea. Baik berperan sebagai pemain utama dan pendukung, aktingnya tetap luar biasa. Di film Korea The Royal Tailor ini Ma Dong Seok berperan sebagai Pan Soo.

Pan Soo inilah yang mengenalkan penjahit Lee Dong Jin ke ratu dan merekomendasikannya sebagai penjahit muda yang sedang naik daun serta berbakat. Ia juga yang pertama kali sebagai kaum bangsawan mencoba hasil jahitan pakaian Lee Dong Jin, yang biasanya menjahit untuk rakyat biasa.

 

3 Prinsip kehidupan ala film Korea The Royal Tailor

Setelah menonton film Korea The Royal Tailor, saya kembali diingatkan dengan apa saja yang sudah saya pelajari selama bergabung di komunitas Ibu Profesional.

Ternyata prinsip-prinsip yang selalu digaungkan di Ibu Profesional menjadi pesan yang disampaikan film The Royal Tailor ini kepada saya. Beberapa prinsip hidup yang membuat kita semangat memberikan dampak positif terhadap sekitar.

Penasaran dengan apa saja prinsip-prinsip kehidupan yang saya dapatkan dari film Korea The Royal Tailor ini, nan juga apa yang diajarkan Ibu Profesional? Berikut ini beberapa prinsip hidupnya,

  1. Perubahan adalah suatu hal yang pasti terus terjadi

Prinsip hidup pertama yang saya dapatkan setelah menonton film Sanguiwon adalah perubahan pasti terjadi di dalam kehidupan ini. Prinsip ini saya dapatkan ketika, Lee Gong Jin datang ke istana dan membuat beberapa perubahan terhadap pakaian kerajaan.

Yang mana perubahan-perubahan tersebut ditentang oleh Jo Dol Seok, tapi perubahan yang diberikan penjahit muda ternyata lebih disukai dibandingkan sistem lama yang sudah terjadi selama ini.

Dari situlah saya juga belajar kalau jangan kaget dan takut terhadap perubahan yang terjadi tapi bagaimana caranya agar kita bisa mengikuti perubahan dan tetap menerapkan norma atau sesuatu yang sudah kita miliki sebelumnya.

 

  1. Belajar sepanjang hayat

Prinsip kehidupan yang kedua ini saya dapatkan setelah melihat rasa cemburu yang dialami oleh Jo Dol Seok kepada Lee Gong Jin. Penjahit yang sudah 30 tahun dan dijuluki sebagai desainer terbaik, merasa tersaingi oleh penjahit muda.

Yang mana Jo Dol Seok tidak menerima kalau ada penjahit muda yang sepertinya lebih berbakat dan punya segudang inspirasi dibandingkan dirinya. Padahal yang namanya perubahan pasti terjadi dan karena itu kita harus selalu siap belajar tentang suatu hal yang baru.

Proses pembelajaran sepanjang hayat ini juga diterapkan di Ibu Profesional, bahkan pencetus komunitas ini Ibu Septi Peni Wulandani tidak segan-segan membuat reels atau video pendek di akun Instagramnya.

Hal tersebut menunjukkan kalau usia tidak menutup kita untuk terus belajar hal yang baru dan kekinian, sehingga kita juga siap dengan perubahan yang terus terjadi di dunia ini.

 

  1. Siap jadi guru dan siap jadi murid

adegan film korea the royal tailor

Prinsip kehidupan yang ketiga itu adalah kolaborasi atau siap menjadi guru dan siap jadi murid. Prinsip kehidupan ini saya dapatkan ketika Lee Gong Jin memuji kemampuan jahit Jo Dol Seok yang rapi dan teliti.

Walaupun Lee Dong Jin punya ide-ide yang baru nan segar, tapi ia ingin belajar lebih baik dari pengalaman 30 tahun yang didapatkan Jo Dol Seok. Di adegan lain juga ditampakkan kalau Jo Dol Seok sempat memberikan saran dan sedikit kolaborasi dengan Lee Dong Jin di salah satu pakaian yang sedang dikerjakan oleh si penjahit muda.

Kalau kolaborasi ini terus dilakukan dan Jo Dol Seok selalu siap jadi guru saat Lee Dong Jin butuh saran serta pendapat, sekaligus siap jadi murid terhadap ide-ide segar penjahit muda, maka mereka berdua akan memperoleh kesuksesan yang luar biasa.

Akan tetapi, ketidak siapan menerima perubahan, keengganan untuk belajar dan berkolaborasi membuat Jo Dol Seok dipenuhi rasa cemburu, iri, dan tidak terima kalau ada orang lain yang lebih hebat dari dirinya.

Agar posisinya tidak tergantikan, ia pun menghasut Lee Dong Jin. Akankah hasutan penjahit senior terhadap juniornya berhasil? Saya sarankan kalau sahabat, mencoba menonton film Korea The Royal Tailor ini.

Sebab film Korea The Royal Tailor ini mendapatkan berbagai penghargaan di ajang penghargaan seperti di ajang Udine Far East Film tahun 2015, The Royal Tailor memenangkan kategori My Movies Audience Award. Selain itu di ajang Baeksang Art Awards tahun 2015, pemeran utama wanitanya yaitu Park Shin Ye mendapatkan penghargaan sebagai Most Popular Actress. Tidak hanya itu, di penghargaan Daejong Film, The Royal Tailor mendapatkan 2 piala yaitu Best Costume Design dan Best Art Design.

Bagaimana sahabat, ingin mencoba menontonnya? Buat yang sudah menonton film Korea The Royal Tailor, bagaimana pendapat sahabat tentang karya layar lebar ini? Saya tunggu tanggapannya ya, terima kasih.

9 pemikiran pada “3 Prinsip Kehidupan ala Film Korea The Royal Tailor”

  1. Aku juga suka film ini, seru dan bagus tapi sedih ya endingnya agak kampret juga dan ngenes banget waktu di museum baju ratu karya penjahit muda malah diklaim penjahit tua… Terus disini juga belajar bahwa pria itu tertarik oleh cangkang alias baju jadi buat para jomblo harus pake pakaian yang menarik saat ootd hahaha

    Balas
  2. Waa. ada park shin hye nih. Aku suka banget sama aktingnya. IYa benar ya mba, kita manusia harus selalu belajar setiap hari. Bahkan belajar tak mengenal usia. Saya sendiri saat ini ga mau kalah belajar tiktok seperti anak muda, hehehe

    Balas
  3. Ceritanya seru juga ya Mbak. Kolaborasi antar sesama dengan saling berbagi dan mengisi memang banyak manfaatnya, tapi butuh kemauan yang kuat.

    Balas
    • Selain kemauan juga perlu menurunkan ego, mbak. Sebab kolaborasi yang sukses itu mau menerima ide masing-masing dan menguatkan ide masing-masing juga. Pasti banyak perselisihan, tapi bukan berarti tidak bisa.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.