5 Hikmah Kehidupan ala Film Bollywood Hichki

Film Bollywood Hichki
Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Setelah beberapa purnama, akhirnya saya nonton film Bollywood lagi, yaitu Hichki. Film ini sudah masuk daftar tontonan saya lama, cuma baru terealisasi setelah terpicu karena seorang teman mengulasnya di blog.
Jadilah saya menontonnya dan yang saya rasakan adalah terharu, sekaligus ada perasaan seperti pulang kampung. Tentu saja, saya mendapatkan pelajaran berharga dari Film Bollywood Hichki ini.
Mengapa saya merasa demikian dan hikmah kehidupan apa saja yang disajikan dalam film Bollywood Hichki ini? Simak terus penuturan saya di sini, ya.

Sinopsis film Bollywood Hichki

Film Bollywood Hichki bercerita tentang seorang wanita bernama Naina Mathur (diperankan oleh Rani Mukherjee) yang bercita-cita menjadi seorang guru, walaupun menderita tourette syndrome. Sindrom apakah itu?
Tourette syndrome adalah suatu gangguan sistem saraf yang menyebabkan gerakan atau ucapan berulang yang diluar kendali (sumber: alodokter.com)
Di film Bollywood Hichki ini juga dijelaskan kok, apa itu tourette syndrome, sejak awal adegan. Sebab, awal adegan film Hichki menceritakan kalau Naina Mathur selalu ditolak saat wawancara kerja karena sindrom yang dideritanya tersebut.
Setiap para pewawancara terkejut dengan gerakan atau ucapan yang muncul tiba-tiba, Naina Mathur pasti menjelaskan apa itu tourette syndrome. Namun ia tak pernah menyerah terhadap cita-citanya yang ingin menjadi guru, hingga suatu hari mantan sekolahnya dulu saat sekolah menengah menerimanya sebagai guru.
Dari sinilah, kisah haru biru film Bollywood ini dimulai. Naina Mathur berjumpa dengan 14 orang murid yang memiliki kemampuan luar biasa yang mana siswa siswa itu sendiri tidak menyadarinya.
Mengapa 14 murid tersebut tidak menyadari kekuatan yang mereka miliki? Setelah Naina Mathur mencari tahu, ternyata siswa dan siswi tersebut mendapatkan perlakuan yang membuat mereka tidak nyaman saat belajar di sekolah.
Di awal-awal pertemuan Naina Mathur dengan 14 murid itu pun dipenuhi dengan penolakan dari pihak siswa siswi tersebut. Mereka ber-14 terkesan seperti murid nakal dan pemberontak yang tak ingin belajar dari seorang guru.
Namun Naina Mathur tidak menyerah, ia berusaha mencari cara bagaimana proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan bisa diterima oleh 14 siswa dan siswinya. Bagaimana proses belajar yang diajarkan Naina Mathur dan kelanjutan cerita film Bollywood Hichki ini, sahabat Lithaer harus menontonnya.
Biar enggak penasaran, lihat dulu cuplikan film Bollywood Hichki berikut ini,

Tanggapan saya terhadap film Bollywood Hichki

Rani Mukherjee Hichki
Perasaan saya selama menonton film ini itu rasa haru, kangen, dan lega. Mengapa? Rasa haru karena film ini memperlihatkan bagaimana kedekatan hubungan antara guru dengan murid.
Lalu, bagaimana harapan orang tua terhadap guru yang mengajarkan ilmu kepada anaknya. Sebagai seorang ibu, apalagi sejak pandemi, saya merasakan betul kalau tugas seorang guru itu begitu mulia.
Oleh karena itu, saya merasa haru terhadap film Bollywood Hichki ini. Rasa kangen saya rasakan karena saya teringat almarhumah mama.
Bagaimana ibunya sangat percaya kepada putrinya yang bernama Naina Mathur yang mengindap tourette syndrome. Walaupun anaknya sering dikucilkan dan dikeluarin dari sekolah, serta diminta untuk disekolahkan di sekolah khusus, ibunda Naina Mathur, tetap percaya kalau putrinya itu cerdas dan mampu sekolah di sekolah biasa.
Kepercayaan itupun terbukti, setelah sekolah di sekolah yang tepat (St. Norker) dan guru yang pas, jadilah Naina Mathur benar menjadi murid berprestasi. Ia pun memiliki nilai terbaik ketika lulus dari universitas.
Sejak sekolah di St. Norker, Naina Mathur merasa dari sekolah itulah ia belajar bahwa dirinya berharga, membuatnya memiliki kepercayaan diri, serta awal pencetus dirinya ingin menjadi seorang guru.
Kepercayaan ibu kepada putrinya inilah yang mmembuat saya teringat almarhum mama. Kemudian perasaan lega saya dapatkan karena saya merasa seperti pulang kampung. Terakhir saya bahas tentang Bollywood itu udah 2018 lalu yaitu membahas Tiger Zinda Hai.
Film Bollywood Hichki ini juga dirilis tahun 2018, tapi saya baru nonton dan mengulasnya sekarang itulah mengapa saya seperti lega dan pulang kampung. Sebagai penggemar Bollywood, saya sudah lama tak menonton film Bollywood, makanya saat nonton Hichki seperti nostalgia.
Itulah beberapa alasan mengapa saya bisa menikmati film Bollywood Hichki ini. Saya pun merasa mendapatkan beberapa hikmah kehidupan dari film yang dibintangi Rani Mukherjee ini.

5 Hikmah kehidupan ala film Bollywood Hichki

1. Kasih sayang orang tua untuk anaknya

Sempat saya singgung sedikit di atas, bagaimana sikap ibunya Naina Mathur terhadap putrinya seperti apa. Kasih sayang ibu kepada putrinya ditunjukkan dengan cara terus percaya dan memberikan kesempatan agar anaknya bisa mendapatkan penilaian dan persamaan hak belajar dengan anak-anak yang normal.
Sementara kasih sayang ayahnya Naina Mathur adalah dengan berusaha melindungi anaknya agar tidak mendapatkan pandangan negatif dari orang lain. Dikarenakan sikapnya seperti itu, ayah Naina Mathur, seperti berusaha menutupi kekurangan putrinya dengan cara apapun.
Oleh karena itu, Naina Mathur merasa tidak nyaman dengan ayahnya setelah sang ayah melihat putrinya mampu menjadi guru, bapak yang sebenarnya begitu mencintai anaknya itu pun mengungkapkan alasan mengapa ia sering berusaha menutupi kalau putri sulungnya punya tourette syndrome.
Bagaimana sikap kedua orang tua Naina Mathur terhadap putrinya memang berbeda, tapi dibalik cara yang tak sama itu tersimpan kasih sayang besar terhadap anak mereka.

2. Saling dukung terhadap saudara

Di film Bollywood Hichki diceritakan juga kalau Naina Mathur ini memiliki adik laki-laki. Hubungan mereka berdua terlihat kompak dan saling dukung. Padahal penonton diberikan gambaran kalau adik laki-laki Naina Mathur ini normal.
Lewat film Hichki, saya mendapatkan pelajaran kalau orang tua Naina Mathur, khususnya sang ibu mengajarkan kepada anak-anaknya, kalau mereka harus tetap saling menyayangi, menghormati, mendukung, dan saling bantu diantara saudara, apapun kondisi fisik dan psikologi yang dimiliki oleh saudaranya.
Hubungan yang kompak dan saling dukung diantara Naina Mathur dengan adik laki-lakinya terlihat di beberapa adegan seperti ketika sang adik mencoba membuat menu baru untuk usaha restorannya, pasti Naina Mathur duluan yang mencobanya dan memberikan saran.
Lalu, saat Naina Mathur ada masalah di sekolah dengan murid-muridnya, adik laki-lakinya lah, yang menjadi tempat curahan hatinya pertama kali. Hubungan saling dukung dua bersaudara ini terlihat pas dalam film yang berdurasi 2 jam lebih ini.

3. Adab diantara guru dengan murid

Film Bollywood Hichki bercerita tentang mimpi Naina Mathur yang ingin menjadi guru, maka banyak adegan yang menceritakan bagaimana interaksi antara guru dan murid.
Dari adegan-adegan itu saya belajar tentang adab diantara guru dengan murid dan sebaliknya. Di awal cerita diperlihatkan kalau adab murid terhadap gurunya kurang baik, sehingga siswa da siswi itu tidak dapat menyerap ilmu dengan baik.
Jadilah yang pertama dilakukan Naina Mathur adalah membangun rasa hormat murid-murid terhadap gurunya. Bagaimana agar 14 siswa itu mau bersikap sopan kepada Naina Mathur.
Setelah itu, barulah Naina Mathur mengkonsep sebuah pembelajaran yang pas untuk murid-muridnya, agar mereka bisa menemukan apa yang menjadi keunggulan dalam dirinya.
Satu ucapan Naina Mathur yang berkesan bagi saya itu adalah, “Tidak ada murid yang gagal, yang ada adalah guru yang gagal.”
Dari situlah saya kembali diingatkan bagaimana adab dalam menuntut ilmu itu sangat penting, agar ilmu yang kita dapatkan menjadi keberkahan.

4. Lawanlah rasa takutmu

Pasti kita sudah sering mendengar istilah ‘musuh terbesar kita adalah diri sendiri’. Pesan ini juga ada dalam film Hichki. Pesan ini tersimpan dalam adegan saat Naina Mathur mengajak 14 muridnya menulis di sebuah kertas, apa saja hal-hal yang ditakuti dan dibentuk jadi pesawat serta diterbangkan.
Naina Mathur sebagai guru mengajarkan kalau apa yang kita takutkan itu perlu dijadikan sebuah semangat agar bisa menjadi sebuah motivasi kita menjadi lebih baik. Jangan menyerah karena keadaan, tapi carilah kesempatan untuk tetap bisa bertahan dan kesuksesan dengan cara terbaik kita.

5. Sahabat itu adalah cerminan kita

Hikmah kehidupan poin kelima ini saya dapatkan dari kisah persahabatan ke-14 murid Naina Mathur. Merasa senasib sepenanggungan  mereka saling dukung satu sama lain.
Di kala satu teman mendapatkan masalah, yang lain berusaha untuk menolong. Begitu pun ketika hendak menjahili orang lain, mereka pun merencanakan kejahilannya bersama-sama.
Setelah mereka belajar tentang adab dari Naina Mathur, ke-14 murid ini pun juga mulai berubah jadi lebih baik. Bila ada yang melakukan kesalahan, yang lain menegur dan mengingatkan kalau itu salah dan ayo perbaiki.
Mereka saling bantu dalam belajar dan berusaha menyemangati di kala semangat belajar sedang turun. Mereka pun berusaha menjaga nama baik gurunya bersama-sama.
Dari kisah persahabatan itulah saya belajar kalau sahabat itu adalah cerminan diri kita. Kalau kita berubah lebih baik, biasanya orang-orang sekitar kita juga terpicu menjadi baik.
Itulah hikmah-hikmah kehidupan yang saya dapatkan setelah menonton film Bollywood Hichki. Buat sahabat Lithaetr yang belum nonton tertarik buat menonton enggak, setelah membaca ulasan ini? Bagi yang sudah nonton, kira-kira hikmah atau kesan apa yang didapatkan dari film Bollywood Hichki? Silakan berikan tanggapannya, terima kasih.

17 pemikiran pada “5 Hikmah Kehidupan ala Film Bollywood Hichki”

  1. Kasih sayang orang tua sepanjang hayat. Bahkan yang sudah bersuami istri saja kadang masih satu rumah dan makan bareng. Itu artinya orang tua begitu besar jasa2nya yang tak pernah kita lupakan. Film bollywood hichki ini bagus ya karena banyak pesan moral yang bisa diambil. Makasih kak reviewnya, sudah kubaca.

    Balas
  2. Temanya menarik, seingat saya tidak hanya film ini dari perfilman Bollywood yang mengambil tema pendidikan. Ide-ide ceritanya barangkali terkesan didramatisir, tapi secara umum masalah tidak baiknya hubungan murid dan guru memang banyak terjadi di lapangan

    Balas
  3. Kuch kuch hota hai Raniiiiii. Kekekeke. Ya Allah, kayaknya Bollywood terakhir yg kutonton itu judulnya kalo gak salah Barfi. Kayaknya udah ketinggalan jauh aku say. Menarik ulasannya. Apalagi pemeran utamanya beuuuh.

    Balas
  4. Saluuutt bangettt sama orangtua yang punya kepercayaan penuh terhadap anak, terlebih ketika anaknya diberi keistimewaan lain daripada yang lain.
    Suuusah banget loh itu. Karena orangtua kadang masih sering punya banyak ekspektasi ke anak.
    Hiks.. Jadi sedih.

    Balas
  5. Film India semakin kesini temanya asyik ya. Gak monoton. Saya juga semakin suka nontonnya. Dan hei ada Rani Mukherjee yang semakin berumur di film Hichki. Pilihan aktingnya kini yang berkarakter.

    Balas

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.