5 Kunci Mendidik Anak Usia Dini Agar Jadi Orang Sukses

5 Kunci Mendidik Anak Usia Dini Agar Jadi Orang Sukses

mendidik anak
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

 

Kita sudah mengetahui tentang potensi menjadi manusia dan potensi sebagai orang tua, di postingan sebelumnya. Kita juga sudah mengambil pelajaran dari tumbuh kembang Rasulullah dan Nabi Muhammad Saw. Kita pun sudah mengetahui tantangan sebagai orang tua zaman now.

 

Kini, ada baiknya kita mengenal dan memilih gaya parenting yang cocok untuk kita, sebagai orang tua zaman now. Tidak ada metode baku dalam mengasuh atau mendidik anak-anak di keluarga. Belum ada sekolah untuk menjadi orang tua, tapi kita bisa menerapkan gaya parenting yang paling cocok bagi keluarga.
Mau tahu ada gaya parenting apa saja? Tetap terusin bacanya di sini, ya sahabat.

Mengenal dan memilih gaya parenting orang tua

Penulis Dhuha Hadiyansyah, dalam bukunya ‘Parenthings yang Terlewat dari Parenting’, mengemukakan, ada 4 gaya parenting yang biasa dilakukan oleh orang tua yaitu,
1] Diktator
Ciri dari orang tua tipe ini adalah mengedepankan hukuman kepada anak-anaknya bila mereka dianggap tidak patuh. Orang tua jenis ini suka memaksa anak-anak untuk patuh tanpa syarat. Praktik umum pola pengasuhan tipe ini adalah tidak memberikan anak kesempatan untuk meminta penjelasan yang memadai. Orang tua tipe ini memiliki cara pandang bahwa satu-satunya cara mendidik anak adalah dengan memberlakukan aturan ketat dan paksaan.
2] Autoritatif
Orang tua berharap anak-anak mengetahui apa yang mereka perintahkan, akan tetapi kita (orang tua) juga responsif terhadap permintaan anak. Orang tua tipe ini menjelaskan aturan-aturan dengan detil dan jelas. Orang tua mampu memberikan argumentasi mengapa anak harus begini dan begitu, sehingga anak-anak menyadari bahwa aturan itu ada untuk dipatuhi.
3] Permisif
Orang tua jenis ini membiarkan anak-anak melakukan apa pun yang mereka inginkan. Orang tua selalu memenuhi semua kebutuhan serta keinginan anak-anak, selama mereka senang. Pada taraf tertentu, orang tua tipe ini akan membela dan menoleransi tindakan anak-anak meskipun mereka melanggar aturan.
4] Demokratis
Orang tua jenis ini melibatkan anak-anak dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Aturan-aturan keluarga akan dinegosiasikan dengan seluruh anggota. Di sini anak-anak memiliki hak suara yang sama dengan suara anggota keluarga lainnya.
Itulah 4 gaya parenting yang bisa kita pilih untuk diterapkan di keluarga. Tentu saja, gaya parenting tersebut bisa dipilih dan dikombinasikan, agar tercipta gaya parenting versi kita sendiri, tentu saja dengan pertimbangan bahaya-bahaya masa kini.

 

Kunci mendidik anak usia dini agar jadi orang sukses

Mengasuh dan mendidik anak-anak memang membutuhkan ketelatenan dan konsistensi serta harus dilakukan sedini mungkin. Anak-anak yang secara konsisten mendapatkan stimulasi positif dalam hidupnya, maka ia berpotensi untuk menjadi anak yang baik.
Pakar Pendidikan Anak dari Universitas Harvard, Ronald Ferguson, melakukan penelitian mendalam tentang bagaimana mendidik anak batita atau usia dini supaya mereka sukses di kemudian hari. Proyek tersebut bernama Seeding Success Zero-to-Three atau Menyemai Keberhasilan di usia batita atau usia dini, yang kemudian lebih dikenal dengan nama “Boston Basics”.
“Kita harus mempersiapkan anak-anak dengan baik sebelum masuk sekolah. Kita perlu menyiapkannya sejak dari buaian,” kata Ronald Ferguson (Ferguson). Menurutnya, orang tua akan berada di jalur yang benar dalam mendidik anak jika melakukan 5 kegiatan berikut ini, khususnya untuk anak-anak berusia 0 sampai 3 tahun,
1] Memaksimalkan kasih sayang dan meminimalisir stres
Orang tua seharusnya tidak perlu diberi tahu bagaimana cara untuk menyayangi anak-anaknya. Akan tetapi, Ferguson menekankan, orang tua harus lebih sadar tentang tujuan menyayangi anak. “Pola asuh yang hangat dan responsif adalah dasar bagi perkembangan kesehatan sosial, mental dan kognitif anak,” ucapnya.
Riset menunjukan bahwa tekanan atau stres yang berlebihan akan menghambat pertumbuhan otak bayi, terutama otak yang berfungsi untuk memori dan respon terhadap perilaku. Berada di rumah yang di dalamnya orang sering bertengkar dan berdebat juga akan membuat bayi dan stres.
2] Bicara dengan bersenandung dan menggunakan bahasa tubuh
Semakin sering orang tua bicara ke anak, semakin cepat dia akan bicara dan memperoleh kosakata. Menunjukkan objek sambil menyebutkan namanya adalah cara yang sangat bagus untuk melatih kemampuan bahasa mereka. Ferguson berpendapat, menggunakan beberapa bahasa, tidak akan menghalangi bayi untuk dapat berbicara. Bayi akan belajar berapa pun bahasa yang masuk ke otaknya. Klaim ini juga didukung oleh riset dari National University of Singapore.
3] Membaca dan bercerita
mendidik anak membaca
Membaca dan bercerita

 

Membaca akan mengenalkan anak kepada kosakata, konsep, dan bentuk diskusi serta penalaran yang pasti akan dia hadapi di kemudian hari. Perkembangan bahasa dan kognisi anak di usia 36 bulan sangat dipengaruhi oleh seberapa sering orang tua membacakan buku untuk anak-anak mereka. Tidak hanya sekedar membaca lantang, tetapi aspek-aspek pengasuhan lain sangat penting digunakan di sini, seperti diskusi selama membaca, lalu biarkan anak untuk bisa merespon terhadap bacaannya, dan kemudian latihlah anak-anak untuk membuat prediksi serta kesimpulan.
4] Bermain dan bergerak
mendidik anak bermain
Bermain dan bergerak
Melakukan permainan dan gerak sangat bermanfaat bagi perkembangan tubuh anak-anak, untuk koordinasi motorik, kekuatan, dan kesehatan secara umum. Bermain adalah salah satu cara bagi anak untuk mengeksplorasi dunia.
5] Menghitung, mengelompokkan, dan membuat perbandingan
Unggul dalam matematika dimulai jauh sebelum anak-anak masuk sekolah. Anak usia dini dapat belajar ide dasar matematika yang sederhana, termasuk bilangan dalam jumlah kecil, pola-pola matematis serta membuat perbandingan seperti besar-kecil, tinggi-rendah, dan lain sebagainya. Ada banyak cara menyenangkan yang bisa kita lakukan terkait hal ini, jika belum ada ide, silakan menelusuri internet.
Itulah 5 kunci mendidik anak usia dini agar jadi orang sukses. Kita sebagai orang tua hanya mampu berusaha yang terbaik dan berdoa dalam mendampingi serta mendidik anak-anak. Tidak lupa kita memang hidup di dunia digital, jadi kita pun perlu memilah dengan bijak untuk pengguna teknologi dalam pengasuhan untuk anak-anak. Mau tahu seperti apa? Simak tulisan berikutnya di lithaetr blog, ya. Terima kasih.

Satu pemikiran pada “5 Kunci Mendidik Anak Usia Dini Agar Jadi Orang Sukses”

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.