Review Stranger From Hell: Jangan Menilai Seseorang dari Penampilannya

Review Stranger From Hell: Jangan Menilai Seseorang dari Penampilannya

review stranger from hell
Stranger from hell (Im Siwan dan Lee Dong

 

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

Drama Korea (drakor) Stranger From Hell adalah salah satu tontonan yang enggak saya lanjutkan menontonnya. Kalau enggak selesai nontonnya, mengapa mau me-review Stranger From Hell? Iya, soalnya saya merasa tetap mendapatkan beberapa pesan positif dari drakor ini, salah satunya ‘Jangan Menilai Seseorang dari Penampilannya’.

Pesan tersebut begitu menancap di otak saya, mengapa? Sebab, drakor Stranger From Hell kembali mengajarkan saya untuk lebih cermat lagi dalam menilai seseorang. Ungkapan ‘Jangan Menilai Seseorang dari Penampilannya’ memang populer. Bagaimana ungkapan tersebut menjadi sebuah peringatan kalau menilai seseorang itu, tidak boleh hanya berdasarkan tampilan luarnya semata. Itulah kesan mendalam saya ketika hendak me-review Stranger From Hell.

 

Review Stranger From Hell

Stranger From Hell bercerita tentang Yoon Jong Woo (dibintangi oleh Im Siwan), yang menetap di sebuah rumah kost nan misterius. Rumah kos yang diberi nama Eden ini memiliki penghuni-penghuni yang kepribadiannya aneh, salah satunya dokter gigi bernama Seo Moon Jo (dibintangi Lee Dong Wook). Penampilannya yang tampan dan juga memiliki segudang prestasi dalam pekerjaan, membuat Seo Moon Jo dicintai pasien-pasiennya. Cerita baru dimulai ketika dokter gigi ini menunjukkan koleksi anehnya yang cukup menyeramkan, yaitu mengumpulkan gigi-gigi sebagai cincin.

Dari situ saya langsung bertanya-tanya, ada rahasia apa di balik koleksi menyeramkan itu? Setelah usut punya usut ternyata drakor ini di-remake dari webtoon (komik daring) horor populer berjudul sama. Saat OCN (stasiun penyiaran yang menyiarkan drama Stranger From Hell) mengumumkan membuat remake-nya, tanggapan beragam pun segera berdatangan. Tentu saja ada yang pro dan kontra.

Untuk yang kontra, mereka mengatakan kalau cerita ini tidak boleh ditayangkan karena mengandung banyak adegan kekerasan dan ceritanya yang berkisah tentang orang yang memiliki gangguan jiwa seperti psikopat, tidak akan memiliki pelajaran baik bagi para penonton. Nah, bagaimana pendapat saya soal hal ini? Yuk, tetap ikutin dulu pembahasan review Stranger From Hell di sini.

Sebagai orang yang tidak suka dengan genre horor dan thriller, maka saya tidak suka dengan jenis cerita yang banyak mengandung unsur kekerasan. Tapi saya merasa perlu me-review Stranger From Hell, karena cerita ini memiliki beberapa pesan positif seperti,

  1. Lingkungan akan mempengaruhi kehidupan kita, baik secara sadar maupun tidak

Guru terbaik dalam kehidupan itu adalah pengalaman. Pengalaman ini didapatkan dari pengasuhan, pendidikan, dan lingkungan (bisa teman ataupun tetangga). Dalam cerita dikisahkan kalau sejak awal Yoon Jong Woo tahu kalau ada yang aneh dengan lingkungan tempat tinggalnya. Namun, karena dia merasa harus bertahan karena kos-kosan itu paling murah, dia pun mendapatkan pengaruh buruk dari sikap tetangga-tetangganya yang misterius.

Kalau kejadian ini terjadi pada saya, dari awal saya tidak akan memilih untuk tinggal di kos-kosan yang ada aura serem kayak begitu, hehehehe.

  1. Hati-hati dalam mengambil keputusan

Mengambil sebuah keputusan memang tidak mudah, karena apapun keputusannya pasti akan mempengaruhi kehidupan kita ke depannya. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menimbang-nimbang baik dan buruknya. Jika lebih banyak buruknya lebih baik tinggalkan saja.

Sama halnya dalam memilih tempat tinggal, kalau dirasa banyak unsur tidak baiknya buat apa dipaksakan dan malah merugikan diri sendiri, betul?

  1. Jangan menilai seseorang dari penampilannya

Untuk poin nomer 3 ini saya kembali teringat sebuah dialog favorit saya dalam film ‘Italian Job’, “Saya bukan tidak percaya padamu, tapi saya tidak percaya iblis yang berada dalam dirimu.”

Dialog itu pas banget, untuk menggambarkan kalau setiap orang juga punya sisi berbuat salah dan bisa berpotensi menjadi orang jahat. Tinggal bagaimana orang tersebut mengelola potensi-potensi yang ada dalam dirinya (baik jahat atau buruk), menjadi suatu hal dominan dalam dirinya.

 

Stranger From Hell mirip Film Hollywood Hannibal Series

Lalu, setelah sempat menonton Stranger From Hell ini sampai 4 episode, saya merasa drakor ini mirip film Hollywood Hannibal Series. Film yang dibintangin oleh aktor kawakan terbaik Hollywood yaitu Anthony Hopkins ini juga mengangkat genre horor dan thriller, serta permasalahan soal psikopat.

“I do wish we could chat longer, but … I’m having an old friend for dinner. Bye.” Itulah dialog populer yang diutarakan oleh Dr. Hannibal Lecter.

Walaupun film ini film lawas tapi masih memberikan efek horor terdahsyat hingga kini. Menurut thesun.co.uk (25/10/2018), Hannibal adalah karakter horor terhoror sepanjang film horor Hollywood. Seorang Analis Sinema Konten, Nic Ravery menyampaikan, sebuah studi menyebutkan kalau karakter horor yang paling mengerikan adalah melihat Anthony Hopkins berperan sebagai psikopat kanibal, bernama Hannibal Lecter.

Makanya begitu me-review Stranger From Hell, jadi teringat dengan sosok yang paling mengerikan sepanjang perfilman horor itu. Namanya sebuah ide pasti terinspirasi dari mana saja. Cerita dan karakter di Stranger From Hell bisa saja terinpirasi dari karakter paling mengerikan itu, iya kan? Pokoknya kalau soal menonton film ataupun sinetron (drakor) itu balik ke selera. Penasaran seperti apa ceritanya? Silakan lihat review Stranger From Hell-nya, dari cuplikan berikut ini,

Kira-kira sahabat, mau nonton drakor ini? Silakan berikan tanggapannya, ya. Terima kasih.

5 pemikiran pada “Review Stranger From Hell: Jangan Menilai Seseorang dari Penampilannya”

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.