2 Gaya Menulis Konten di Blog untuk Pemula

2 Gaya Menulis Konten di Blog untuk Pemula

gaya menulis konten di blog untuk pemula

 

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

Memasuki bulan Maret, tulisan pertama saya masih soal menulis di blog. Kali ini, saya mau membahas soal gaya menulis konten di blog untuk pemula. Tulisan ini ada karena saya masih mengikuti perkuliahan di bunda cekatan (buncek) di Ibu Profesional (IP).

Kalau sebelumnya saya sudah pernah mengupas tentang manfaat menulis artikel seo dan cara tingkatkan traffic blog, sekarang saatnya kita belajar tentang gaya bahasa yang biasa digunakan saat menulis di blog.

Ulasan ini saya dapatkan setelah mendengarkan go live atau berbagi ilmunya mbak April Fatmasari (April) dari IP Suramadu. Sahabat Lithaetr, penasaran apa saja yang ilmu yang dibagikan oleh mbak April? Silakan melanjutkan membacanya di sini, ya.

Sekilas sejarah blog

sejarah blog

Mbak April menyampaikan kalau belajar mengenali gaya menulis konten di blog ini cocok untuk blogger pemula maupun blogger yang sudah punya jam terbang yang tinggi. Oleh karena itu, kita juga perlu mengetahui sekilas sejarah soal blog.

Mbak April membagikan ilmu tentang kenali gaya menulis konten di blog ini dari bukunya mbak Widyanti Wulandari, Alpha Kurnia, dan Nunu Amir, yang berjudul ‘Ngeblog dari 0’, yang diterbitkan oleh IIDN (Ibu Ibu Doyan Nulis).

Dalam buku ‘Ngeblog dari 0’, blog itu mulai populer di tahun 1990-an, kontennya masih didominasi dengan tulisan paragraf pendek 3 sampai 4 paragraf. Terus di 2 dekade selanjutnya content blog itu menjadi sangat detail, sudah mulai dilengkapi dengan ilustrasi serta video audio.

Jadi bisa diambil kesimpulan konten di blog itu selalu mengikuti perkembangan zaman. Apalagi saat ini pembaca artikel digital dapat menikmati dan tertarik dengan tulisan-tulisan yang detail nan ada di internet.

Maka dari itu ada baiknya pengeblog perlu ilmu tentang tata cara menulis konten di blog, khususnya untuk pemula. Namun buat narablog yang sudah mempunyai jam terbang tinggi tetap bloeh menyimak, lo.

 

Tata cara menulis konten yang baik di blog untuk pemula

tata cara menulis konten di blog

Sebagai awalan atau biasa disebut dengan pemula, kita selalu bingung harus memulai dari mana. Bahkan tak ayal kita juga memiliki ekspektasi yang tinggi saat memulai sebuah kegiatan, termasuk menulis blog.

Padahal, menurut mbak April setelah dia membaca bukunya mbak Widyanti Wulandari, Alpha Kurnia, dan Nunu Amir, ketika kita ngeblog, marilah kita menikmati setiap prosesnya. Jangan menganggap ngeblog itu berat dan beban.

Oleh sebab itu, diperlukanlah tata cara atau kriteria menulis konten yang baik di blog untuk pemula. Inilah daftarnya,

  1. Mulailah dengan memilih tema

Saat mencari tema tulisan, bis akita ambil dari kegiatan sehari-hari, lo.

  1. Mulailah menulis dari hal-hal yang mudah

Hampir sama dengan poin satu, agar kitab isa menikmat proses menulis di blog. Saat kita ingin menulis bisa kita mulai dari hal yang mudah seperti terinpirasi dari kisah atau kejadian sehari-hari.

  1. Mencari bahan tulisan

Jika ingin meningkatkan kemampuan menulis konten di blog, bisa dengan menulis artikel dengan mencari bahan tulisannya. Dalam mencari bahan tulisan ini bisa didapatkan dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain atau cari narasumber, dan mencari referensi dari buku, jurnal, artikel-artikel, dsb.

Tulisan ini pun saya dapatkan dari mencari bahan tulisan yang sumbernya dari pengalaman membacanya mbak April. Bagaimana sahabat Lithaetr, sudah mulai terbayang apa saja sih, yang bisa ditulis di blog itu? Kalau belum, coba baca 7 tips cara membuat artikel ini, ya.

  1. Buatlah kerangka tulisan

Kerangka tulisan ini bertujuan untuk membuat tulisan kita lebih rapi, nyaman dibaca, dan lebih terstruktur. Sebaiknya kerangka tulisan ini menggunakan rumus 5W1H (What, Where, When, Who, Why, dan How).

  1. Kembangkanlah kerangka tulisanmu

Setelah membuat kerangka tulisan, langkah selanjutnya ada menuliskan satu per satu bagian dari kerangka tulisan.

  1. Menulislah hal-hal yang positif

Poin keenam ini penting. Agar tulisan kita bisa bermanfaat bagi pembaca, saat menulis konten di blog, marilah kita isi dengan hal-hal yang positif. Misalkan pun mau membuat resensi film atau drama, tetap berikan sisi positif yang bisa kita ambil dari apa yang kita tonton.

  1. Kita perlu menyingkirkan ekspektasi berlebih

Agar dapat menikmati proses ngeblog, sebagai pemula kita perlu mengurangi ekspektasi berlebih. Apa ini maksudnya? Misalkan tulisan kita langsung dibaca orang atau bisa nangkring langsung di halaman depan mesin pencari.

Yakin saja, setiap tulisan itu memiliki jodoh pembacanya masing-masing. Jika kita sudah memberikan hal-hal positif di tulisan kita, insyaallah akan mendatang kebaikan juga bagi kita walaupun tulisan kita tidak populer.

Marilah luruskan niat, saat menulis niatkan untuk ibadah dan berbagi kebaikan. Semoga tulisan ini mendapatkan keberkahan dari Allah Swt., insyaallah dengan begitu kita tidak akan sakit hati bila pembaca tulisan kita belum sesuai harapan.

  1. Kita perlu menulis dengan santai

Apa yang ditulis dengan hati, insyaallah akan sampai ke hati pembaca juga. Yuk, menulis dengan santai sahabat. Pastikan berikan rasa dalam setiap tulisan kita. Nah, dari rasa itulah nantinya yang membuat kita pelan-pelan bisa mengenali gaya menulis nan kita gunakan.

 

Gaya menulis konten di blog untuk pemula yang sering digunakan

gaya menulis di blog untuk pemula

Saat menyimak mbak April, ternyata ada 2 gaya menulis konten di blog yang paling sering digunakan dan bisa banget dipakai untuk pemula. Inilah 2 gaya menulisnya,

  1. Storytelling

Gaya menulis storytelling ini bertujuan agar mengajak pembaca merasakan apa yang dirasakan oleh penulis. Gaya menulis konten di blog model storytelling ini didapatkan ketika mbak April mengikuti webinar bersama Deddy Hwang, seorang blogger dan storyteller).

Menulis dengan storytelling ini adalah suatu seni menyampaikan pikiran atau ide kepada orang lain dengan menggunakan bahasa gambar atau gerakan fisik kita. Tujuannya agar apa yang kita pikirkan, rasakan, gagasan yang kita ketahui bisa tersampaikan kepada orang lain. Intinya storytelling ini adalah suatu bentuk komunikasi dengan orang lain melalui tulisan.

  1. Tulisan menggunakan poin-poin

Poin kedua ini adalah gaya menulis konten yang biasanya saya lakukan juga. Bahkan tulisan saya ini pun menggunakan poin-poin. Iya kan?

Itulah 2 gaya menulis konten di blog untuk pemula dan sering digunakan juga oleh narablog yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Kira-kira sahabat Lithaetr, lebih sering menggunakan gaya menulis konten yang mana? Silakan ditanggapi, ya. Terima kasih.

4 pemikiran pada “2 Gaya Menulis Konten di Blog untuk Pemula”

  1. Aku suka nulis dengan story telling, kayak curhat aja gitu ngalir teruuuss kadang lupa tau-tau udah panjang. Wkwk. Makanya suka dikombinasi sama listicle juga biar tepat sasaran apa yang mau dibahas. Tapi masih harus banyak belajar juga dari para suhu blogging..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.