5 Alasan Menulis ala Lithaetr, No. 1 itu Alasan Klasik

alasan menulis uang

5 Alasan Menulis ala Lithaetr, No. 1 itu Alasan Klasik

alasan menulis ala lithaetr

 

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

 

“Apa sih, yang kamu dapatkan dari menulis?” tanya seseorang kepada saya.

Kira-kira kalau Sahabat Lithaetr mendapatkan pertanyaan seperti itu, apa yang pertama kali terlintas di benakmu? Entah mengapa saat itu yang terlintas dibenak saya adalah tentang pendapatan. Pemikiran manusiawi jika ujung-ujungnya uang, betul? Itulah juga yang menjadi salah satu alasan menulis saya.

Efek pandemi sedikit banyak membuat saya jadi lebih sensitif. Jadilah mempengaruhi ke pola pikir dan sikap yang jadi lebih protektif, sekaligus agak berlebihan dalam menanggapi sesuatu. Itulah penyebab mengapa saat itu, saya langsung berpikir tentang pendapatan.

Enggak bisa dibohongi kalau semua orang terkena dampak dari adanya pandemi ini. Makanya, saya pun perlu mencari cara agar beberapa kegiatan saya, bisa memberikan penghasilan tambahan.

Saat saya memutuskan untuk menulis kembali setelah berhenti bekerja, ada beberapa pro kontra yang terjadi juga. Apakah saja itu? Jika masih berkenan membaca curahan hati saya di awal bulan ini, silakan meneruskannya di sini, ya.

Baca Selengkapnya

5 Wasiat untuk Ketiga Buah Hati Saya

Wahana diving wasiat

5 Wasiat untuk Ketiga Buah Hati Saya

Wasiat untuk buah hati

 

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

ibu profesional pra bunsay

Kesimpulan materi keempat kelas pra bunsay,

Masih melanjutkan pembicaraan dari perkuliahan ‘pra bunda sayang (bunsay)’, kali ini kami diberikan ilmu soal sejarah dan kerangka berpikir serta piramida Ibu Profesional (IP). Kali ini pematerinya dibawakan oleh perempuan, ibu, dan istri hebat dari IP Banten, yang bernama Mbak Maria Ulfah.

Pemateri wahana diving

Mbak Maria Ulfah kembali mengingatkan apa sih, tujuan kita belajar di IP. Harapannya setelah belajar di IP, kita akan memiliki 4 kemampuan ini,

  1. Hebat mengelola keluarga
  2. Percaya diri
  3. Mampu mendidik dan mengembangkan anak
  4. Terus menerus mengembangkan diri

Agar memperoleh kepercayaan diri, ternyata kita harus memiliki 3 hal ini,

  • Mempelajari ilmunya untuk hal-hal yang ingin kita ketahui
  • Memiliki keterampilan dalam memanejem waktu dengan baik
  • Bisa menerima dan bersyukur dengan keadaan diri kita sendiri dan keluarga

Mengapa sih, kepercayaan diri bagi seorang perempuan, istri, dan ibu menjadi penting? Sebab, salah satu faktor dari kebahagiaan bisa terjadi, jika seorang perempuan, ibu, dan istri itu sudah percaya diri dalam mengurus serta mengelola keluarganya. Kemudian setelah pintar dalam mengelola keluarga, insyaAllah perempuan, istri, dan ibu juga akan mampu mendidik dan mengembangkan anak-anaknya. Setelah itu, keinginan untuk terus bertumbuh dan belajar akan tertanam dalam diri.

Dari menyimak materi dari Mbak Maria Ulfah, saya suka dengan kalimat beliau yang satu ini,

“Seorang Ibu yang berkualitas baik akan melahirkan anak-anak yang baik dan unggul, sehingga mampu membangun sebuah peradaban yang baik. Seorang ibu harus memiliki jiwa pembelajar. Terus belajar dan meningkatkan kualitas diri demi memantaskan menjadi ibu dari anak-anak yang hebat.”

Kesimpulan materi dari Mbak Maria Ulfah semakin membuat saya yakin, kalau IP adalah keluarga ideologis saya dalam memantaskan diri menjadi ibu dari anak-anak hebat, yaitu ketiga buah hati saya.

Saya paham betul kalau saya tidak akan bisa mendampingi mereka selamanya. Akan ada masa, saya harus kembali mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya, selama di dunia. Oleh karena itu, saya ingin memberikan wasiat atau pesan kepada ketiga buah hati saya. Apa sajakah wasiatnya itu? Jika berkenan, silakan tetap menyimak di sini ya, sahabat.

Baca Selengkapnya

5 Ilmu Parenting yang Wajib Dimiliki Orang Tua Saat Mendampingi Anak

Peta diri ilmu parenting

5 Ilmu Parenting yang Wajib Dimiliki Orang Tua Saat Mendampingi Anak

ilmu parenting wajib bagi orang tua

 

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

 

Kesimpulan materi ketiga kelas pra bunsay,

ilmu parenting di kelas pra bunsay

Masih melanjutkan pembicaraan dari perkuliahan ‘pra bunda sayang (bunsay)’, kali ini kami diberikan ilmu soal Core Value dan Karakter Moral. Pematerinya pun tetap kece yaitu Mbak Farida Ariyani (Farida) dan Mbak Ressy Laila Untari Ningsih (Ressy Laila).

Mbak Farida menyampaikan, kalau Core Value itu ibarat tali yang menarik dari diri kita atau nilai-nilai positif yang terdapat dalam diri, seperti semangat belajar, terus berkembang, aktif berkarya, selalu berbagi, dan selalu berdampak. Itulah Core Value yang sebaiknya dimiliki oleh para member yang berada di Ibu Profesional (IP).

Dikarenakan oleh Core Value itu jugalah, yang membuat saya bergabung ke IP. Merasa diri ini butuh perbaikan ke arah yang lebih baik, setidaknya butuh teman dan rekan yang bisa saling menyemangati. Di IP-lah saya menemukan hal ini.

Selain Core Value, ada juga karakter moral yang juga dibutuhkan dan sebaiknya dimiliki oleh member IP. Mbak Ressy Laila menuturkan, ada 5 karakter moral yang sebaiknya kita miliki. Apa sajakah itu?

  1. Running the mission alive
  2. Don’t teach me! I love to learn
  3. I know I can be better
  4. Always on time
  5. Sharing is caring

Sebagai anggota IP, harapannya kita akan terus menjalankan misi hidup kita sampai akhir hayat nanti dengan sukacita. Pastinya dengan semangat belajar sepanjang hayat, agar bisa selalu menjadi lebih baik lagi. Kemudian, nantinya kita diharapkan bisa berbagi dan berdampak bagi sesama.

Oleh karena itu, tugas kali ini kami diminta untuk menuliskan ilmu apa saja yang ingin dipelajari dan didalami lagi, sehingga nantinya kami bisa berbagi kembali dengan orang lain. Mau tahu ilmu apa saja yang ingin saya pelajari? Silakan simak terus ceritanya di sini, ya.

Baca Selengkapnya

Hidup Cuma Ada 2 Pilihan Menyerah atau Bangkit!

Dalam setiap kehidupan pasti selalu ada 2 sisi yang berlawanan. Salah satunya memilih untuk menyerah atau bangkit. Jika kamu ingin sukses selalu camkan 2 kata ini di benak dan hatimu. Gambar: goodreads.com Sebuah buku berjudul Langkah Sejuta Suluh-lah yang mengajarkan betapa pentingnya 2 kata tersebut. Mau tau, apa yang buku ini sampaikan tentang kedua kata tersebut? … Baca Selengkapnya

Perubahan Status

Sudah lama aku tidak menulis, sehingga untuk memulai kembali lagi ini membuatku kaku dalam menyusun dan merangkai kata. Maka aku coba berusaha melancarkan kembali hobi menulisku ini. Teringat aku awal menulis adalah saat almh. Mama membelikanku buku untuk dijadikan buku diaryku. Saat itu beliau berpesan, “Saat kamu tidak bisa mengungkapkan perasaanmu pada siapapun maka di … Baca Selengkapnya

A Love That Broke All Relationships “Kabhi Alvida Naa Kehna (KANK)”

Ini salah satu film Shahrukh Khan yang paling aku ga suka, tapi merupakan film yang sangat wajar secara manusiawi dan sarat pelajaran. Mengapa bisa demikian? Karena konflik yang disajikan dalam film ini benar-benar bisa terjadi kepada setiap manusia. Khususnya setiap pasangan.

Apalagi di jaman sekarang ini. Sudah dibuktikan di televisi kasus perceraian selebriti menjadi perbincangan hangat dimana-mana. Problematika-problematika yang terjadi di masyarakat seperti inilah yang diangkat menjadi konflik dalam film ini. Luar Biasa.

Baca Selengkapnya

Happy Ending Story

Salah satu film yang menginspirasi litha dalam menciptakan ide – ide cerita untuk di tulis…. Film ini mempunyai cerita yang sederhana namun entah kenapa litha kerasa kena aja emosinya saat nonton ini film… Litha nggak akan mengulas bagusnya film ini bagaimana, karena litha bukanlah seorang pakar yang berhak menerangkan dari berbagai sudut tentang bagus atau … Baca Selengkapnya