Ramadhan Pergi-Ku Tak Mau Kembali Lalai

ramadhan 1441 h
Design by canva
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).
Ramadhan telah pergi meninggalkan kita, kita kembali menjalani kehidupan tanpa diiming-imingi pahala sejuta kebaikan. Pertanyaan sekarang, mampukah kita tetap istiqomah mengejar pahala sama seperti saat di bulan Ramadhan? Tentu saja pertanyaan tersebut menjadi tantangan semua umat muslim ke depannya, termasuk saya pribadi.
Mendapatkan pahala seribu bulan, kemudian dapat THR di saat hari lebaran, dan kebiasaan membeli sesuatu yang baru seperti baju, tas, sepatu, dan lain sebagainya, baik di saat akhir Ramadhan atau awal tahun ajaran baru, terkadang membuat kita bersemangat untuk berlomba-lomba mengejar pahala, dengan kebaikan. Diiming-imingi sesuatu hadiah akan membuat kita lebih tertantang untuk menyelesaikan sesuatu dengan saat baik, walaupun perlu perjuangan. Itulah yang sering kita lakukan di saat Ramadhan datang, tapi kita lupa untuk melakukan strategi kebaikan berkelanjutan sesudahnya.
Itulah yang menjadi PR besar bagi kita, khususnya saya pribadi. Bagaimana saya yang masih sering lalai ini bisa tetap menjaga semangat mengejar pahala setelah Ramadhan pergi. Inilah yang selalu menjadi harapan bagi saya pribadi dalam menjaga keimanan yang masih naik turun seperti rollercoaster.
Di usia yang semakin bertambah, seharusnya bekal keimanan dan ketakwaan juga semakin bertambah. Di mana pemikiran sudah mulai terpusat untuk mengejar kehidupan setelah kematian, sebaiknya kita memang perlu membuat strategi menjaga semangat mengejar pahala setelah Ramadhan. Hal tersebut diperlukan agar tetap istiqomah dalam beribadah kepadaNya.
Berkaca dari sikap Rasulullah Saw. yang semakin menambah kualitas ibadah kepada Allah Swt. di saat Ramadhan, tapi Baginda Nabi tidak pernah mengurangi ketakwaan di bulan-bulan lain, memang sebaiknya kita juga demikian. Tetap istiqomah untuk beribadah kepada Allah Swt. Mau tahu strategi apa yang setidaknya bisa kita lakukan? Yuk, tetap disimak tulisan sederhana berikut ini, ya.

Rasulullah Saw. pernah menyampaikan kalau Beliau lebih mencintai perbuatan baik yang sedikit, namun terus dilakukan secara terus menerus, daripada dilakukan banyak tetapi hanya sekali-sekali melakukannya. Pesan sederhana itulah yang menurut saya pribadi, menganjurkan kita agar mempunyai strategi mengejar kebaikan di luar Ramadhan. Hal tersebut perlu dilakukan agar keimanan kita tetap terjaga dan istiqomah.

Harapan setelah Ramadhan pergi

Menurut saya, ada beberapa strategi sederhana yang bisa kita lakukan,
Pertama, niatkan segala pekerjaan dan urusan kita untuk beribadah
Saya merasa niat beribadah adalah hal kecil yang mungkin sering kita lakukan. Semua pekerjaan yang kita lakukan adalah rutinitas sederhana, tapi yang menjadi aktivitas itu menjadi spesial adalah niatnya. Apalagi diniatkan untuk beribadah.
Kedua, perbanyak zikir, salawat nabi, dan istighfar di setiap waktu
Mencoba atau berusaha untuk terus dekat kepada Allah dengan zikir, salawat nabi, dan istighfar di setiap waktu. Pesan papa yang selalu saya ingat, “Banyakin zikir dan istighfar, Nak. Mau kamu lagi naik motor, lagi ngetik, masak, pokoknya kalau pas senggang, zikir dan istighfar, Nak.”
Pesan yang sama dan terus diulang-ulang oleh papa. Sederhana tapi dalam bagi saya. Apalagi setelah melihat film Omar lagi, selama Ramadhan kemarin betapa orang-orang yang sudah dijanjikan masuk surga saja, masih tetap semangat dan berlomba dalam mengejar pahala serta rida dari Allah Swt.
Ketiga, jangan menunda atau menyegerakan jika sudah berniat melakukan hal baik
Jika kita sudah berniat melakukan kebaikan sebaiknya segerakan seperti Salat wajib di awal waktu, bersedekah, berbuat baik terhadap tetangga, dan lain sebagainya.
Kita pun bisa menyebarkan kebaikan lewat tulisan, salah satunya ikutan event nulis bareng bersama Penerbit Rumedia. Bisa ikutan event ‘Ada Cerita di Balik Corona‘ atau ‘Pahlawan Hijrah‘.
ramadhan corona
Design by canva dan ibis paint
ramadhan nubar
Design by canva dan ibis paint
Mau ikutan? Segera hubungi saya, ya. Terima kasih sebelumnya. Allah sudah menjamin akan tetap memberikan hidayah-Nya dan tetap membersamai orang-orang yang melakukan kebaikan secara terus menerus atau istiqomah. Hal tersebut terdapat dalam Alquran surah al-Ankabut ayat 69 yang artinya,
Mereka yang sungguh-sungguh istiqomah mendekatkan diri kepada Allah maka Allah tunjukkan jalan hidayah-Nya, dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama para hamba-Nya yang selalu berbuat baik.” (QS al-Ankabut [29]: 69).

22 pemikiran pada “Ramadhan Pergi-Ku Tak Mau Kembali Lalai”

  1. Aku ngerasa ramadhan ini bikin aku blum maksimal mba. Ini juga jadi PR sendiri buat aku untuk memperbaikinya hiks. Oh ya ngomong-ngomong aku juga ikut nubar juga dengan penerbit rumedia juga.

    Balas
    • Iya mba, saya juga merasa masih harus diperbaiki kembali masalah kekhusyukan dalam beribadahnya. Semoga setelah ini kita isa lebih baik lagi ya, mba. Aamiin

      Balas
  2. Ada cerita di balik semua ini. Mpo pastinya jadi lebih banyak belajar dan banyak dekat sama allah. Apalagi soal makanan jadi coba resep baru gara gara ramadhan. Semoga bertemu ramadhan tahun depan.

    Balas
  3. Semoga Bulan Ramadhan yang akan datang kita masih diberi waktu serta kesempatan sehingga masih bisa menjalankan ibadah. Semoga Ramadhan nanti, kondisi sudah lebih baik. Aamiin…

    Balas
  4. Makjleb deh
    Menyegerakan berbuat kebaikan jadi pekerjaan rumah buat saya
    Gara gara pernah salah memberi, jadi kerap mikir 2 kali.
    Dulu pernah ngasih sedekah ke pemulung perempuan (saya ga mau ngasih ke pengemis), eh ga taunya tangan kiri si pemulung sedang pegang rokok

    Balas
    • Memang terkadang niat baik, enggak selalu sesuai harapan kakak. Tapi setidaknya, niat tersebut sudah menjadi pahala, InsyaAllah. Jangan berpikir dia (orang yang kita kasih) nanti mau memanfaatkan dengan seperti apa. Kita kasih saja, lalu lupakan. Ini juga masih PR buat saya pribadi

      Balas
  5. Udah rindu banget sama bulan Ramadhan mbaak litha, huhu semogaa amalan baik yg kita kerjakan di bulan Ramadhan bisa kita maksimalkan lagi di bulan-bulan setelah ramadhan yaa. . .sepakat jugaa mbak kalau kita sebaiknya ndak menunda-munda melakukan kebaikan. Lebih cepat direalisasikan, maka lebih baik lagi ☺️

    Balas
  6. Ah, iya, ya, berasa banget Ramadan kemarin kurang maksimal ibadahnya. Padahal Bulan suci kemarin kan istimewa banget, aku pun merasa lalai, Mbak. Moga masih diberikan kesempatan buat bertemu kembali Ramadan tahun depan. Aamiin

    Balas
    • Aamiin aamiin ya Rabbal’alamin. Semoga masih diberikan kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Semoga bisa mendapatkan hadiah terindah berikutnya ya, mbakku

      Balas
  7. Alhamdulillah ramadhanku tetap produktif mba, cuma rasanya kok masih rindu yaa sama suasana ramadhan walopun kali ini beda dibanding sebelum-sebelumnya. Semoga berkah ramadhan, pandeminya cepet selesai yaa, biar bisa kembali normal semuanya

    Balas
  8. alhamdulillah selama ramadan kemarin saya malah sibuk dengan kegiatan yang semoga bermanfaat. Karena pandemi ternyata ngaruh banget, saya juga lebih banyak waktu untuk tadarus. Tapi harapannya sih semoga ramadan tahun depan dalam keadaan yang lebih baik lagi

    Balas
    • Aamiin aamiin ya Rabbal’alamin. Semoga kita masih diberikan waktu, kesehatan, dan kesempatan untuk kembali berjumpa di Ramadhan tahun depan dengan kondisi yang jauh lebih baik, aamiin .

      Balas
  9. Self reminder juga buat saya ini. Nambah usia, muhasabah diri harus makin di tambah. Bayangkan umur kita tak pernah tau jadi siapkan bekal sebaik2 nya. Makin berumur makin mau ketemu lailatul qodar. Makin menikmati ramadhan. Semoga selalu jadi insan istiqomah

    Balas
    • Aamiin aamiin ya Rabbal’alamin. Semoga semakin lebih baik ke depannya dan istiqomah ya, mba. Yuk, sama-sama belajar dan semangat untuk terus memperbaiki diri.

      Balas

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.