5 Manfaat Belajar Filmora Bareng IP Jakarta

5 Manfaat Belajar Filmora Bareng IP Jakarta

belajar filmora

 

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

Setelah berhenti bekerja sebagai broadcaster, saya sudah tidak lagi menggunakan aplikasi editing video dan audio. Sebab menurut saya, saya belum merasa perlu atau butuh. Lalu, ketika ada pelatihan belajar filmora yang diadakan Ibu Profesional (IP) Jakarta, saya menjadi tertarik dan tertantang untuk mengikutinya.

Mengapa? Karena, mentornya mbak Novita Markhamah atau biasa dipanggil mbak Ibun. Beliau ini adalah orang di balik layarnya video-video keren yang dibuat oleh IP Jakarta. Saya tertarik ikut karena penasaran aplikasi apa sih, yang dipakai oleh mbak Ibun biar menghasilkan video-video luar biasa itu.

Sekaligus agar kembali mengasah kemampuan editing video audio yang sudah saya punya. Jangan sampai saya mengulang ‘me and my stupidity’ lagi. Lalu, apa saja manfaat yang saya terima dari pembelajaran tersebut? Terusin saja membacanya di sini.

Apa itu filmora?

Waktu masih kuliah di jurusan broadcasting, saya sempat mempelajari aplikasi video editing yang bernama Adobe Premier. Kemudian ketika bekerja di salah satu televisi swasta di Jakarta Barat, saya menggunakan Final Cut Pro untuk mengedit program-program acaranya.

Setelah berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga, saya memang belum pernah mengedit video audio lagi. Lagian kalau mau meng-install aplikasi adobe premier dan final cut pro di laptop ataupun komputer tak sanggup. Mengapa? Sebab, memang kapasitas laptop serta komputernya belum mumpuni.

Oleh karena itu, saya enggak menyentuh aplikasi editing video audio apapun sampai IP Jakarta mengadakan pelatihan belajar filmora bersama mbak Ibun. Saya jadi bertanya-tanya apa itu filmora?

Setelah mencari tahu sedikit dengan berselancar di internet, saya mengetahui kalau filmora itu adalah sebuah aplikasi video editing yang mudah digunakan bagi pemula. Membaca penjelasan demikian membuat mata saya berbinar. Saya yang kangen untuk mengedit video audio lagi, jadi ingin mencoba belajar filmora.

Dari hasil review yang sudah diulas dibeberapa blog, saya mengambil kesimpulan kalau filmora itu adalah salah satu aplikasi video editor terbaik bagi pemula. Mengapa? Soalnya mudah untuk digunakan, mudah dipelajari, dan aplikasi ini bersifat ringan untuk digunakan.

Nah, kata-kata aplikasi ini bersifat ringan, tentu saja membuat saya sedikit berbahagia dan bertanya-tanya. Apakah laptop atau komputer saya mumpuni buat menginstal aplikasi video editor filmora ini dan jawabannya, Alhamdulillah, bisa.

Saya mencoba meng-install filmora ini setelah mendapatkan materi pertama dari mbak Ibun dan senangnya lagi aplikasi ini juga bisa digunakan di telepon seluler. Menurut saya, hal tersebut tentulah sangat menarik.

Setelah mendapatkan materi selama 9 hari, saya merasa mendapatkan beberapa manfaat yang luar biasa. Apa sajakah itu? Tetap ikutin terus membacanya di sini, ya.

 

Baca juga,

1 Jam Mahir Ibis Paint

Membuat Header Blog dengan Picsart dan Ibis Paint

 

5 Manfaat belajar filmora bareng IP Jakarta

Sudah disinggung dari awal kalau saya pernah belajar video editing sebelumnya, tapi sempat terhenti. Mengenal aplikasi video editor filmora kembali mengasah ilmu saya yang sempat terpendam.

  1. Membangkitkan kembali ilmu yang terpendam

Jika ilmu itu diibaratkan seperti sebuah pisau. Pisau yang saya miliki sudah agak tumpul, lalu saat menemukan aplikasi filmora yang cara kerjanya mirip dengan adobe premier dan final cut pro versi lebih mudahnya, saya jadi kembali merasakan keberanian untuk mengeksplorasi kemampuan editing video audio saya.

  1. Bisa mengeksplorasi dari dua media berbeda

ngulik filmora

Filmora video editor ini bisa dicoba dari dua media yang berbeda, yaitu lewat media laptop maupun komputer dan via media telepon seluler. Tentu saja, rasa mengeditnya juga memiliki sensasi yang berbeda, sehingga pengguna boleh memilih sesuai kenyamanan.

  1. Aplikasi yang cukup mudah dipelajari

Sebagai pemula dalam belajar menggunakan filmora, saya merasa aplikasi video editor ini memang benar mudah untuk dipelajari. Saya merasa waktu mempelajari adobe premier pertama kali, saya merasa perlu banyak sekali yang harus diketahui, sehingga nilai editing video audio saya cukup pas-pasan waktu itu.

Kemudian saat mengenal final cut pro, saya merasa sudah cukup familiar, karena tidak terlalu berbeda jauh dengan adobe premier hanya versi canggihnya saja. Nah, bagi yang pertama kali belajar video editing, filmora menurut saat pilihan yang tepat.

  1. Bisa gratis dan berbayar

Sama halnya dengan aplikasi video editor lainnya, filmora juga memberlakukan aplikasi gratis dan berbayar. Tentu saja, ada perbedaan aplikasi gratis dan berbayar. Menurut saya pribadi, karena saya masih belajar filmora, saya cukup menggunakan yang gratis. Setelah lancar barulah mencoba berbayar.

  1. Berbagi dan melayani

Poin nomor 5 ini sangat menjadi ciri khas di komunitas Ibu Profesional. Komunitas ini mengajarkan kami manfaat dari berbagi dan melayani ini. Seperti mbak Ibun yang sudah berkenan berbagi dan melayani dengan sangat luar biasa.

Selama 9 hari pelatihan belajar canva, mbak Ibun dengan sabar membantu dan menjawab pertanyaan-pertayaan dari para peserta. Tentu saja, harapannya adalah agar peserta bisa mengedit dengan filmora.

Lalu, bagaimana dengan saya, apakah saya berhasil belajar filmora? Alhamdulillah, sudah bisa sedikit-sedikit, hehehe. Penasaran, bagaimana hasil belajar filmora ala saya? Inilah hasil-hasilnya,

Hasil belajar filmora versi telepon seluler,

 

Hasil belajar filmora versi komputer,

 

Baik, itulah tadi 5 manfaat yang saya dapatkan setelah belajar filmora lewat pelatihan yang diselenggarakan oleh IP Jakarta. Kira-kira sahabat Lithaetr, sudah pernah mencoba aplikasi filmora ini? Ditunggu tanggapannya, ya. Terima kasih.

21 pemikiran pada “5 Manfaat Belajar Filmora Bareng IP Jakarta”

  1. Wa’alaikumussalaam…

    Wah keren Mba Talitha, bisa menggunakan software Adobe Premier, yang mana belum banyak orang menggunakan software ini untuk urusan video editing. Saya sudah sering denger nama Filmora, tapi belum mulai mempelajarinya. Namun enaknya ada versi gratisnya ya, jadi bisa belajar dulu, kalau sudah mahir, baru bisa beli yang lisensi.

    Kalau saya masih pakai aplikasi Kinemaster untuk editing video di ponsel. Untuk perangkat laptop/PC, saya masih menggunakan software Ulead Video Studio.

    Makasih atas informasi kerennya Mba…

    Balas
    • Wah, saya malah belum mencoba kinemaster kakak. Next nyoba juga. Wah, ulead video saya pernah pakai tapi untuk buat animasi dulu. Cuma karena enggak begitu tertarik jadi saya tinggalkan. Jadi kangen dengan software sofware editing lawas, hehehe.

      Balas
  2. Kelihatannya mudah nih bikinnya. hehe..sebenarnya saya kenal filmora sudah lama. Berbarengan dengan saudaranya yang mulai familiar saat belajar daring. Tapi saya belum nyoba filmora sih. Agaknya setelah ini saya jadi harus belajar filmora.

    Balas
    • Ayo mas padil, dicoba. Buat Pak Guru panutan seperti mas Padil pasti sangat keren jika menggunakan filmora. Kemarin saya latihan juga banyak yang ikutan profesi guru, lo.

      Balas
  3. Saya ada niatan untuk membuat blog saya ke versi youtube Mbak. Jadi kan saya mau bahas soal pengelolaan sampah, nah untuk praktik-praktiknya pengen disare lewat youtube gitu. Cuma saya buta banget kalo soal membuat video. Adobe saja saya belum bisa. Hehehe. Bisa kali ya saya bikin konten youtube saya dengan filmora saja. Patut dicoba ini.

    Balas
    • Bisa banget, mbak. Soalnya mudah sangat. Pakai kompilasi foto juga bisa. Kalau kompilasi fotonya mau lebih cakep, bisa dibuat di canva dulu terus masukkan ke filmora. InsyaAllah di tulisan berikutnya akan saya ceritakan caranya menggabungkan canva dan filmora.

      Balas
  4. Waalaikumsalam Mba Talitha. Denger nama Filmora ini udah sejak lama. Waktu itu teman yang jago editing video nyaranin buat make. Tapi berhubung udah lebih dulu pakai Kine Master jadi blum berpindah ke lain hati 🙂
    Setelah baca ulasan Mbak jadi tertarik untuk pakai Filmora juga.
    BTW keren2 banget ya kgiatan di IP ini. Salut.

    Balas
    • Wah, saya malah sedang mencoba kinemaster juga ini. Akan tetapi, saya masih merasa nyaman dengan filmora. Mungkin karena rasa familiar dengan aplikasi sebelumnya yang pernah saya pelajari juga.

      Balas
  5. Saya juga sering pakai FilmoraGo dulunya, Mbak. Pas masih hobi-hobinya membuat video Instagram. Belakangan saya coba Filmora yang di desktop, ada dua versi Filmora X dan Filmora Pro. Ada rencana pengen beli versi berbayarnya, tapi cari modal dulu, kalau udah butuh aja dibeli kayaknya. Sementara ini pakai OpenShot, aplikasi video editing yang open source

    Balas
    • Wah, uda mah sudah pro hehehehe. Saya pun rencananya demikian kalau semisal tambah lancar. Ini mau mencari modalnya dulu. Semoga kita dimudahkan dalam memperoleh modalnya ya, uda, aamiin.

      Balas
  6. Saya juga ada aplikasi Filmora di hp, juga beberapa aplikasi lainnya spt kinemaster dan Viva pro, pakai semuanya seru si
    Tapi memang, aplikasi banyak sekalipun tapi malas diutak-atik yhaaa gimana ya

    Balas
    • Betul kakak, kalau punya aplikasi video edit itu memang harus rajin mencoba, kalau enggak kaku lagi saat mencoba pertama kali. Kayak saya sekarang ini sedang mencoba meluweskan lagi belajar editing videonya.

      Balas
  7. Saya sudah kenal sama filmora, tapi belum pernah pakai. Ternyata dr penjelasan singkat di atas menarik juga ya. Banyak pilihan dan aplikasinya sptnya mudah bisa digunakan di media hepon laptop

    Balas
    • Betul kakak. Filmora termasuk mudah digunakan. Bagi saya yang suka bingungan kalau kebanyakan tools buat masukan gambar atau video, di filmora cara masukkan gambar dan videonya cukup mudah. Mau masukkan efeknya juga tidak sulit, jadi bolehlah untuk dicoba pertama kali.

      Balas

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.