Just My Pensive
Uncategorized

21 Alasan Ibu Tidak Bahagia ala Kiki Barkiah

21 Alasan Ibu Tidak Bahagia ala Kiki Barkiah

Lithaetr

Seorang IRT yang cinta menulis dan sedang belajar mendesign. Mantan wartawan Media Indonesia dan asistant produser di RCTI

36 Comments

  1. Julia pasca

    Pas banget ni, Mbak Lit…aku juga nulis resensi buku ttg kebahagiaan seorang perempuan. Eeh anyway Salam Kenal ya, Mbak.

    21 penyebab ketidakbahagiaan seorang Ibu? Angka yang cukup banyak ya, Mbak Lit. Kiki barkiah merupakan salah satu penulis favoritku dalam berparenting juga lo, mbak…xixixi

    Di poin terakhir, rekreasi melalui blog para bloger adalah salah satu andalanku ni, mbak, hahaha. Rekreasi lewat tulisan para bloger kece euy.

    1. Lithaetr

      Betul mbakku, salah satunya kita jalan-jalan dengan berimajinasi dari membaca ya, mbak. Salam kenal kembali mbak Julia

  2. Shyntako

    Hihi aku baru mau protes loh soal kurang syukur dan kurang sabar, eh ternyata pas dijabarin satu-satu ternyata ada tuh point-point yang relate, well memang kadang bahagia itu sesederhana menikmati apa yang ada saat ini, walau kadang susah sih mba kalo memang kondisi psikis lagi drop, susah sekali berusaha bangkit untuk bikin bahagia diri kita sendiri aja dulu deh. So, stay happy stay healthy!

    1. Lithaetr

      Semoga mbak Shytako sekeluarga juga tetap sehat dan bahagia

  3. alif kiky

    Ngerasa banget saya ruhiyah down, serasa jadi ibu paling tak bahagia. Memang harus saling dukung sama suami di segala sisi

    1. Lithaetr

      Saling mendukung ya, mbak. Semoga mbak Kiky sekeluarga tetap sehat dan bahagia

  4. Handiko Rahman Pebrianto

    Bagus tulisannya, unik pake akronim gitu. Semoga semua ibu-ibu di dunia selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan terus

    1. Lithaetr

      Aaamiin aamiin ya Rabbalamin. Semoga kakak Handiko sekeluarga juga sehat-sehat selalu

  5. sunglow mama

    Bener banget, masya Allah. Semua berawal dari harapan, tolak ukur kebahagiaan dan kedekatan dengan Yang Maha Kuasa

    1. Lithaetr

      Betul mbak. Kedekatan dengan Allah ternyata mempengaruhi faktor kebahagiaan

  6. Dian E. Suryaman

    Banyak faktor ya… Semoga kita selalu termasuk ibu yang bahagia dengan segala kondisi yang ada di sekitar kita ya…

    1. Lithaetr

      Aamiin Allahumma aamiin, makasih ya kak, sudah berkenan mampir

      1. Sarieffe

        Nah iya, cara komunikasi, berpikir antara wanita dan laki-laki aja berbeda. Kadang sering muncul persepsi salah yang membuat istri mengeluh terus akhirnya enggak bahagia..

        1. Lithaetr

          Betul mbak, wanita ingin dimengerti, tapi laki-laki bukanlah pembaca pikiran. Ungkapan apa yang kita inginkan dengan bahasa yang baik

  7. bayufitri

    Wah banyaknya penyebab ibu tidak bahagia baru tau saya ..baiklah sepertinya emang harus dicari sumber masalahnya ya

    1. Lithaetr

      Betul kakak, setidaknya kita diusahakan untuk mencari tahu terlebih dahulu.

  8. Reyne Raea / Rey

    Kurang KU nya Mba, hahahaha.

    Btw, setuju banget Mba, semua poin itu pelan-pelan saya renungkan dan sangat bermanfaat membawa saya kembali ke dunia nyata dan menenangkan, saya mengalami pemikiran yang sepertinya depresi 2 tahun ke belakang, sampai saya diberi pemikiran oleh-Nya, bahwa ketidak bahagiaan saya itu, bukan karena orang lain, melainkan karena diri saya, pikiran dan dan semua ekspektasi saya yang kadang di luar batas kemampuan 🙂

    1. Lithaetr

      MasyaAllah, semoga mbak Rey, tetap sehat dan bahagia, ya. Saya pun menulis ini sebagai perenungan bagi diri sendiri. Soalnya saya merasa mulai oleng dan lelah.

  9. Maria Goreti Sri Candrati Dra

    Hihihi ternyata singkatan dari ‘Kurang Syukur, Kurang Sabar

    awalnya saya mikir kok banyak banget

    tapi setuju banget, hal2 kecil terkadang luput dan kita gak mau bersyukur

    seperti bisa makan 3x sehari, dan bisa pilih2 makanan (walau cuma sayur, tahu, tempe) tetep harus kita syukuri

    apalagi makannya pakai sambal bawang, hmmm sedapppp…. 😀 😀

    1. Lithaetr

      Betul mbak, hal-hal kecil yang terkadang suka luput, padahal bisa jadi ada orang lain yang sedang berharap bisa mengalami hal sepele seperti itu

  10. Yanti Ani

    Wah benar banget semuanya mba, mungkin aku lebih prefer ke gap antara kenyataan dan harapan ya mba, dari hal kecil aja maunya sekali beresin rumah udah deh anggota keluarga manut gitu eh taunya gak sampai sejaman sudah berantakan lagi. Gimana gak keriput itu muka. Hihihi

    1. Lithaetr

      Iya mbak, harapan suka tidak seindah kenyataan. InsyaAllah kenyataan adalah yang terbaik agar kita bisa bertumbuh lebih baik

  11. Rhoshandha

    dan bahagia itu harus dilatih ya menurutku
    bisa dilatih dengan mensyukuri hal-hal yang kecil
    kalau kita mensyukuri hal-hal walau kecil, maka kita bisa bahagia terus

    1. Lithaetr

      Berusaha untuk menerima segala hal yang terjadi pada hari ini sudah menjadi ketetapan terbaik dariNya. Insyaallah, hati lebih tenang

  12. Wahid Priyono

    wah betul sekali nih. rukhiyah kering kerontang juga bisa jadi penyebabnya. makanya itu penting juga membiasakan keluarga dekat dengan ilmu agama ya supaya kehidupan keluarga jadi langgeng.

    1. Lithaetr

      Betul mas. Perlu banget diadakan waktu khusus untuk keluarga dalam mengkaji Alquran dan hadis

  13. Maria tanjung sari (@Mariatanjungsa1)

    Sebenarnya ga salah juga kalau dikaitkan dengan rasa syukur namun kembali lagi apakah ibu akan mencari solusi agar bisa bahagia. Saya pribadi merasa dengan lebih bersyukur maka menjadi lebih tenang hidup ini

    1. Lithaetr

      Bisa juga saat tidak bahagia, melihat ke sekitar, khususnya melihat orang-orang yang lebih membutuhkan bisa menjadi salah satu agar kembali tersadar kalau kita lebih baik dan bersyukur.

  14. aisyahdianbpn

    Poin ke 4 nih suka serem Aku mbak. Kadang ya merasa sudah bisa trus nggak melibatkan Allah. Pasti deh berantakan. Kalau sudah gitu harus cepat istigfar lanjut … Mohon maaf sama Allah … Kembali sama Allah lagi

    1. Lithaetr

      Sejatinya memang tulisan ini sebagai pengingat bagi saya pribadi, mbak. Terima kasih sudah berkenan mampir.

  15. moch.cahyono@gmail.com

    beberapa alasan bisa terjadi pada kehidupan, pencatatannya lengkap buat referensi dan preventif

    1. Lithaetr

      Terima kasih ya, mas cahyo. Semoga mas sekeluarga sehat dan bahagia selalu.

  16. Nanie

    ternyata banyak juga ya alasan yang bikin seorang ibu jadi tidak bahagia. Abis baca ke 21 alasannya, beberapa berasa relate dengan kehidupan sendiri, langsung angguk-angguk dan intropeksi diri. Thanks for reminder mbak

    1. Lithaetr

      memang tulisan ini juga menjadi pengingat buat saya pribadi, mbak. semoga kita bisa terus menjaga kewarasan dan kebahagiaan versi kita, ya mbak.

  17. ge maulani

    Kalau yang saya tangkep berdasarkan pengalaman di sekeliling saya (karena saya belum punya suami xixixi) adalah : Komunikasi mandeg, dan suami kurang membantu huehehe. Padahal komunikasi adalah koentji saling memahami dalam berumah tangga ya kan 🙂

    1. Lithaetr

      betul mbak. komunikasi kunci dalam sebuah hubungan, apapun itu

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.