Menyibak 5 Arti Wastra Ulos Menjadi Warisan Budaya

warisan budaya

Menyibak 5 Arti Wastra Ulos Menjadi Warisan Budaya

warisan budaya

Assalamualaikum Sahabat Lithaetr, mari masuki dunia lifestyle, parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

 

Tantangan ‘Writober’ hampir selesai, oleh karena itu wajar bila level kesulitannya pun bertambah. Kali ini kami diminta membahas tentang kata wastra. Saya pun mencoba mengulas soal menyibak arti atau alasan wastra ulos menjadi warisan budaya.

Alasan saya menulis wastra ulos adalah karena saya ingin mengenal kebudayaan dari orang yang telah melahirkan saya. Almarhumah mama berasal dari Suku Batak, namun saya merasa pengetahuan tentang kebudayaan akan hal ini, saya masih sangat minim.

Oleh sebab itu, lewat tantangan ‘Writober’ inilah, saya belajar mengenal kebudayaan tanah leluhur saya. Penasaran dengan ulasan saya? Simak terus di sini, ya.

Baca Selengkapnya

5 Metode Belajar Membaca yang Sering dipakai di Indonesia

belajar membaca dieja

5 Metode Belajar Membaca yang Sering dipakai di Indonesia

belajar membaca
Metode belajar membaca yang sering dipakai di Indonesia

 

Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

Alasan belajar membaca menjadi penting bagi anak-anak

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” – Firman Allah Swt. dalam Alquran surah Ar-Rad ayat 11.

 

Perubahan yang dimaksud di atas adalah menjadikan diri ini menjadi lebih baik dari sebelumnya. Diri sendirilah yang berperan aktif melakukan aktivitas yang membuat kita berubah menjadi lebih baik, tentu saja dengan cara mempelajari sesuatu hal positif. Salah satu kebiasaan agar mempelajari sesuatu hal positif bisa sukses, adalah dengan belajar membaca.

 

Seorang penulis buku Tom Corley, dalam bukunya “Rich Habits: The Daily Success Habits Of Wealthy Individuals“, mengatakan, kebiasaan dalam membaca akan membawa kesuksesan finansial.

 

Setelah ia melakukan penelitian, orang-orang yang memiliki penghasilan tinggi, memiliki kebiasaan membaca yang juga tinggi dibandingkan dengan orang-orang berpenghasilan rendah. Maka, pentingnya belajar membaca bagi peningkatan kualitas hidup manusia benar terbukti adanya.

 

Itulah alasan mengapa belajar membaca mengapa penting untuk dipelajari anak-anak, setelah memberikan pengetahuan soal idola yang tepat baginya, sekaligus mempelajari dan menerapkan tumbuh kembang yang baik bagi anak-anak. Memiliki anak-anak yang tumbuh di era digital memang penuh dengan tantangan, oleh karena itu, orang tua perlu menerapkan beberapa strategi jitu dalam pembentukan karakter anak-anak ke depannya.

 

Baca juga:

 

Salah satu strategi jitunya adalah dengan mendekatkan anak-anak dengan kegiatan membaca sedini mungkin. Jika aktivitas membaca sudah mendarah daging dalam diri anak-anak, InsyaAllah keinginan untuk terus belajar juga akan tercipta dengan sendirinya. Itulah mengapa belajar membaca bagi anak-anak itu penting.

 

Baca juga:

 

Maka dari itu, bukankah kita sebagai orang tua sebaiknya mengenal dan mengetahui, apa saja metode-metode belajar membaca yang ada di Indonesia. Mau tahu apa sajakah metode-metodenya? Tetap simak penjelasannya di sini.

Baca Selengkapnya

5 Alasan Mengapa Minat Membaca di Indonesia Rendah

tradisi membaca

5 Alasan Mengapa Minat Membaca di Indonesia Rendah

minat baca
5 Alasan Mengapa Minat Membaca di Indonesia Rendah
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

 

Bukti membaca menjadi salah satu hal terpenting dalam hidup ini sudah disinggung dalam Alquran. Kita pun sudah mengetahui manfaat-manfaat dari membaca, tapi mengapa minat membaca masyarakat di Indonesia masih rendah?

 

Sebelum mengetahui alasan-alasannya, ada baiknya kita mengetahui dulu, fakta dan data yang membuktikan kalau minat membaca di Indonesia ini rendah. Jadi, jangan ke mana-mana ya, tetap simak terus ulasannya di sini.

Baca Selengkapnya

Let’s Read, Quality Time Keluarga di Rumah Saja Kembali Ceria dan Menyenangkan

let's read
Let’s Read, Quality Time Keluarga di Rumah Saja Kembali Ceria dan Menyenangkan
Assalamualaikum sahabat lithaetr, mari masuki dunia parenting, inspirasi, dan hiburan (musik, film, buku, dan drama Korea).

 

Tak terasa kita sudah menjalani pertengahan tahun 2020. Sudah banyak peristiwa yang kita lewati salah satunya pandemi corona, nan mengharuskan kita banyak beraktivitas di rumah saja. Dari yang awalnya kita happy karena bisa berkegiatan dari rumah hingga akhirnya mulai timbul rasa jenuh atau bosan, termasuk anak-anak.

 

Untuk menghilangkan jenuh tersebut, biasanya kami sekeluarga melakukan quality time pergi jalan-jalan. Bisa jalan-jalan ke taman, mall, tempat permainan anak, makan di luar, dan perpustakaan. Tapi karena pandemi corona, quality time tersebut harus ditunda sementara waktu. Oleh karena itu, kami pun memulai untuk membuat strategi baru quality time yang bisa dilakukan di rumah saja.

 

Karena saya mantan pekerja media dan suami juga masih bekerja jadi buruh media, quality time kami tidak jauh dari kegiatan yang melibatkan audio visual. Tapi karena kami memiliki komitmen untuk meminimalisir paparan gadget (gawai) dan televisi (TV) bagi anak-anak, jadilah kami mencoba mendekatkan trio bocilita (bocah cilik lithaetr) dengan membaca buku. Walaupun memang kami akui belum sepenuhnya bisa ‘No TV, No Gadget‘.

 

Tetapi, kami mempunyai trik tersendiri agar anak-anak tetap memiliki batasan screen time, apabila mereka menggunakan gawai atau menonton televisi. Kami pun memiliki peraturan, tentang apa saja yang boleh anak-anak lakukan serta mereka lihat saat menggunakan gawai dan menonton televisi. Kami juga melakukan pendamping secara intensif di saat mereka menggunakan alat-alat canggih tersebut.

 

Salah satu kegiatan yang anak-anak boleh lakukan ketika menggunakan gadget adalah membaca buku. Semenjak si sulung kami sekolahkan di sekolah, yang visi misinya adalah pembentukan karakter, adab, dan ilmu sesuai fitrahnya, kami bekerjasama dengan guru-guru di sekolah untuk meningkatkan minat membaca anak. Mengapa salah satu alasan anak-anak tidak boleh terlalu lama terpapar dengan gawai dan televisi adalah agar kecintaan anak terhadap buku bisa meningkat.

bahaya menonton televisi pada anak
Gambar dari ©Shutterstock/Ivan Josifovic
Dirilis dari jpnn.com (28/4/2012), Penelitian menunjukkan bahwa anak yang rajin menonton televisi biasanya menjadi malas membaca dan belajar, sehingga prestasinya menurun atau lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang menonton televisi.

 

Direktur Biro Psikologi Persona Medan, Irna Minauli menyampaikan, “Adanya korelasi negatif antara menonton televisi dengan prestasi akademis dan tingkat kecerdasan. Artinya, semakin sering anak menonton maka semakin rendah prestasi akademisnya. Sebaliknya, semakin jarang mereka menonton maka minat membacanya juga akan semakin besar sehingga prestasi akademisnya akan semakin baik.”

 

Itulah mengapa sekolah si sulung selalu mengkampanyekan agar anak-anak cinta dengan membaca. Alasan itulah yang akhirnya membuat saya dan suami mengatur strategi agar anak-anak bisa cinta membaca. Salah satunya ya, dengan berekreasi ke perpustakaan atau menghabiskan waktu di toko buku, tapi karena pandemi corona kegiatan tersebut kami ganti dengan berkunjung ke perpustakaan online dan bermain di toko buku online.

 

Iya, mau enggak mau, sesekali kami pakai gawai untuk membaca secara online. Di kala kini belum bisa membeli buku secara offline, kami putuskan untuk bermain-main di dunia elektronik book atau ebook. Mau tahu keseruan kami, membaca ebook? Simak terus penuturannya di sini.

Baca Selengkapnya